php shell hacklink php shell seobizde.com hacklink izmir escort

17 Anak Sampaikan Aspirasi Terkait Pandemi Covid-19 kepada Ketua DPRD NTT – Info Rote-Ndao


POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO -Sebanyak 17 anak dari sejumlah kabupaten dan organisasi di Provinsi NTT menyampaikan aspirasi terkait pandemi Covid-19 kepada pemerintah.

Belasan anak tersebut menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni dan Gubernur NTT yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Provinsi NTT, dr. Iien Adriany, Jumat 13 Agustus 2021 melalui aplikasi zoom dan disebarkan secara luas melalui akun media sosial Facebook Pos Kupang serta akun YouTube Pos Kupang.

Hadir juga dalam kesempatan itu GM WVI Zona Indonesia Timur, Ebenhaezer Sembiring, Candra Dethan, Partnership Portfolio Manager ChildFund di Indonesia.

Kegiatan dengan tema “Tantangan Pemenuhan Hak Anak di Masa Pandemi di Provinsi NTT’ itu diselenggarakan Wahana Wahana Visi Indonesia, ChildFund International di Indonesia bersama Pos Kupang.

Baca juga: Ketua DPRD NTT Atensi Masukan 17 Anak Terkait Problematika Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Belasan anak-anak itu menyampaikan temuan mereka di daerah masing-masing kemudian memaparkan rekomendasi atas temuan mereka kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Perwakilan Forum Anak NTT dari Kabupaten Rote Ndao, Liyan memberikan masukan terkait sekolah online dalam masa pandemi Covid-19.

“Harus ada pengoptimalan fasilitas pembelajaran yang lebih ramah anak dan berpihak kepada anak dengan artian kualitas jaringan, paket internet atau WiFi, teknologi atau perangkat pembelajaran yang mudah diakses,” kata siswi yang duduk di bangku kelas XII ini.

Liyan juga merekomendasikan, harus ada pembaharuan sistem pembelajaran yang tidak terlalu membebani anak serta pemberian edukasi bagi orang tua tentang cara serta seberapa pentingnya penjagaan kondisi kesehatan fisik dan mental anak selama pandemi Covid-19 melalui berbagai media.

Baca juga: Ketua DPRD NTT Ingatkan Pemprov NTT

Rekomendasi disampaikan berdasarkan temuan bahwa pembelajaran online dalam situasi pandemi memiliki persoalan bagi anak-anak. Berdasarkan riset yang dilakukan Wahana Visi Indonesia (WVI) terhadap 327 anak di NTT terkait permasalahan sekolah online, ditemukan ada 30 persen anak kekurangan perangkat atau teknologi belajar.

Selanjutnya tambah Liyan, sebesar 41.3 persen anak tidak bisa mengakses internet dan 41.9 persen penjelasan materi dan pendampingan guru yang terbatas.



Sumber Berita