Kupang (ANTARA) – Pemerintah Nusa Tenggara Timur mencatat 18 dari 22 kabupaten/kota di provinsi tersebut terdampak bencana alam badai siklon tropis Seroja pada Minggu (4/4) lalu.

“Berdasarkan data pada kami ada 18 kabupaten/kota yang dilanda bencana alam badai tropis siklon Seroja. Dampak bencana ini menyebabkan banyak fasilitas milik warga dan fasilitas umum rusak akibat terjangan angin,” kata juru bicara Satgas Tangap darurat Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kupang, Jumat.

Marius mengatakan hal itu terkait upaya penanggulangan dampak bencana alam badai siklon tropis Seroja yang melanda NTT, Minggu (4/4) lalu.

Baca juga: Presiden pastikan kebutuhan pengungsi di NTT tercukupi

Ia mengatakan, 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana alam badi siklon tropis Seroja yaitu Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Manggarai, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kabupaten Kupang.

Selain itu kata dia, dampak bencana alam siklon tropis Seroja juga melanda Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sikka, Sumba Tengah.

“Daerah-daerah ini yang tertimpa bencana alam badai siklon tropis Seroja dengan kerusakan yang cukup berat,” tegasnya.

Marianus didampingi Kepala Seksi Logistik Korem 161/Wirasakti Kupang, Kolonel (Inf) Seniman Sega mengatakan bencana alam badai siklon tropis Seroja yang melanda provinsi berbasis kepulauan ini mengakibatkan 166 orang meninggal dunia dan 158 orang mengalami luka-luka serta 54 orang yang masih dinyatakan hilang.

“Proses pencarian terhadap 45 korban yang masih hilang masih dilakukan tim SAR gabungan di sejumlah daerah yang terdampak bencana alam,” kata Marius.

Dia mengatakan, bencana alam yang menerjang Provinsi NTT itu mengakibatkan 2.186 kepala keluarga atau 16.078 jiwa terpaksa mengungsi setelah rumah warga disapu badai Seroja.

Baca juga: Presiden Jokowi Shalat Jumat di Masjid Babul Jannah Lembata NTT

Baca juga: Akibat longsor, 1.105 penduduk Ile Boleng kehilangan tempat tinggal

Baca juga: 4.104 rumah penduduk Malaka rusak akibat bencana banjir

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber Berita