Bencana alam di Flores Timur. Sumber gambar: solotrust.com.

KUPANG, Kastra.co – Korban bencana alam dampak siklus tropis seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4 April 2021 terus bertambah. Per 28 April 2021, sebanyak 182 orang telah meninggal dunia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Timur (BPBD NTT) menyampaikan data korban tersebut dalam Rakor Tim Intelijensi Penanggulangan Bencana yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (29/4/2021).

“Korban meninggal 182 orang,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT, Sintus Carolus, sebagaimana dilansir dari Liputan6.

182 Korban meninggal tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT. Yakni Flores Timur 72, Lembata 46, Alor 29, Kabupaten Kupang 12, Malaka 11, Kota Kupang 6, Sabu Raijua 3, Rote Ndao 1, Ende 1 dan Sikka 1 orang meninggal dunia.

“Sementara itu, korban hilang 47 orang tersebar di 6 kabupaten dan kota,” sambungnya.

Sintus menjelaskan, selain korban meninggal dan hilang, tercatat ada 184 orang mengalami luka-luka akibat bencana alam dampak siklon tropis seroja di NTT. Adapun total pengungsi sebanyak 84.876 jiwa, tersebar di 63 titik pada 10 kabupaten dan kota.

“Fasilitas umum rusak 3.494 dan 21 dari 22 Kabupaten dan kota terdampak,” ucapnya.

Menurut Sintus, sarana dan prasarana yang sempat rusak akibat bencana di NTT mulai pulih. Data 23 April 2021, progres pemulihan listrik mencapai 97,5 persen untuk seluruh NTT, meski masih terdapat 99 gardu masih padam.

Sumber Berita