Jakarta: Sejumlah alat berat belum mampu menembus daerah yang terisolasi akibat bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencarian korban terkendala.

“Alat berat yang ada walaupun sudah disiapkan, tetapi belum bisa dikirim ke tujuan,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam konferensi televideo, Selasa malam, 6 April 2021.

Wilayah yang terisolasi yakni Kabupaten Adonara, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Lembata. Menurut Doni, di Kabupaten Lembata masih diupayakan sejumlah perusahaan yang sedang mengerjakan pekerjaan jalan untuk mengerahkan alat berat ke titik evakuasi.

Baca: Update Bencana di NTT: 117 Meninggal, 76 Orang Hilang

BNPB juga mengerahkan enam unit helikopter untuk membantu menjangkau daerah terdampak. Beberapa kawasan masih belum bisa dijangkau baik oleh transportasi darat maupun laut.

“Sehingga sangat membutuhkan transportasi udara,” ujar Doni.

Menurut Doni, cuaca di NTT sudah membaik. Kondisi ini menguntungkan tim untuk memaksimalkan penanganan korban dan mempercepat proses evakuasi.

“Kita harapkan besok sudah semakin cerah, jarak pandang juga semakin jauh, dan angin juga tidak terlalu kencang. Sehingga, daerah yang masih terisolir akan bisa segera mendapatkan bantuan,” ucap Doni.

Sebanyak 10 kabupaten dan 1 kota di NTT terdampak bencana alam. Wilayah itu terdiri atas Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Alor. Kemudian, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Ende.

Sejumlah wilayah di NTT dan NTB dilanda bencana hidrometeorologi pada Minggu, 4 April 2021. Peristiwa itu akibat siklon tropis Seroja yang terbentuk di kawasan tersebut.

(ADN)



Sumber Berita