Analisis BMKG La Nina Masih Berlangsung Hingga Mei 2021

POS-KUPANG.COM | KUPANG–Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer laut menunjukkan bahwa La Nina madqsih berlangsung paling tidak hingga Mei 2021 dengan kecenderungan menuju netral. 

Demikian disampaikan Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 3 April 2021.

Dikatakan Agung, Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang dapat berkontribusi pada peningkatan rawan hujan.

Agung menyampaikan, BMKG mendeteksi adanya BIBIT SIKLON TROPIS 995 di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur dan diprakirakan akan cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia. 

Baca juga: Waspada, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrim Hari Ini Berlangsung Hingga Dua Hari Kedepan

Baca juga: Peringatan BMKG Terkait Banjir ROB di Wilayah NTT

Secara tidak langsung keberadaan bibit siklon 99S di Laut Sawu tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatkan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah NTT dalam periode beberapa hari ke depan, terutama di wilayah Kota Kupang, Kab. Kupang. TTS, TTU, Belu, Malaka, Sabu, Rote Ndao, Nagekeo,Ngada, Ende, sebagian Flores Timur, Lembata, Alor, dan Sumba Timur.

Sementara itu berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak untuk potensi Banjir/Bandang dalam periode hingga 3 (tiga) hari ke depan dengan kategori Siaga berpotensi terjadi di wilayah NTT yakni  Kota Kupang, Kab.Kupang, TTU dan TTS.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang. gelombang tinggi, dll) dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan lain-lain,” tambahnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)



Sumber Berita