Rote Ndao, Gesuri.id – Anggota Komisi IV DPR RI Yohanes Fransiskus Lema, (Ansy Lema)  menyerahkan 20 alat mesin pertanian (alsintan) pasca panen kepada 20 kelompok tani di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini. 

20 kelompok tani penerima alsintan tersebut adalah Kelompok Tani Balutuan, Beringin Jaya, Bueklala, Dalekesa, Getsemani, Haladoi, Halakasa, Hanya Dalam Hu, Harado, Dalek Esa I, Garuda, Laudano I, Mesaveo, Olefala Sadisodak, Sadisodak I, Sukamaju, Tamehena A, Tamehena B, dan Tuanak. 

Baca: Repdem Kecam Oknum Sunat Bansos ‘Menir Beras Tohaga’

Penerima bantuan tersebar di Kecamatan Rote Barat Laut, Rote Barat, Rote Barat Daya, Rote Tengah dan Lobalain. 

Ansy mengungkapkan, bantuan alsintan ini merupakan hasil kerja sama dirinya dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan). Adapun rincian 20 alsintan pasca panen tersebut sebagai berikut: 5 unit Mesin Pemipil Jagung Mobile, 5 unit Power Tresher Multiguna, dan 10 unit Power Tresher Multiguna. 

“Ihwal pengadaan alsintan pasca panen bermula dari keluhan-aspirasi-kebutuhan petani di Rote Ndao yang disampaikan kepada saya,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu. 

Selama ini, sambung Ansy, mereka memanen secara manual. Hal itu membuat mereka menghabiskan banyak waktu dan tenaga, serta berisiko kehilangan hasil. 

Kalaupun menggunakan alsintan pasca panen, mereka harus menyewa, sehingga menghabiskan biaya tidak sedikit. 

“Maka, bantuan alsintan pasca panen ini sebagai tanggapan saya terhadap aspirasi petani di Rote Ndao. Diharapkan penggunaan alsintan pasca panen dapat menghemat waktu, menghemat biaya tenaga kerja, dan mempercepat pengolahan pasca panen dan menghemat biaya operasional,” ujar Ansy. 

Baca: Mensos Risma Temui Tuna Wisma, Ini Yang Ditawarkan

Ansy mencontohkan, Alsintan Power Tresher Multiguna dan Power Tresher, misalnya, sangat penting untuk merontokkan padi, jagung, dan keledai sekaligus. 

Penggunaan alsintan pasca panen juga dapat menekan angka kehilangan hasil panen, meningkatkan produksi dan nilai jual produk tanaman pangan. 

Artinya, ungkap Ansy, penggunaan teknologi pertanian melalui alsintan meningkatkan kualitas produk tanaman pangan, seperti gabah atau beras, jagung, kedelai sesuai standar yang berlaku. Dengan begitu petani dapat menjual hasil panen dengan harga lebih layak. 

“Perlu berulangkali saya tekankan, kelompok tani harus menjaga, merawat, dan menggunakan alsintan sebaik-baiknya.  Mesin yang tidak dirawat akan cepat rusak. Jika alsintan sudah memperlihatkan rusak ringan, tapi tidak dilakukan perbaikan, maka rusak ringan akan menjadi rusak berat,” ujar Ansy. 

“Saya berharap berbagai bantuan ini dapat berkontribusi langsung bagi peningkatan produktivitas pangan di Kabupaten Rote Ndao. Terima kasih kepada Kementan RI yang sigap mengalokasikan bantuan sesuai aspirasi petani Rote Ndao,” pungkasnya.



Sumber Berita