Subang, Nusantaratv.com – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menilai bencana alam termasuk banjir di Subang, terjadi akibat kerusakan lingkungan imbas penambangan ilegal.

Banjir diketahui melanda Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu, Minggu (7/2/2021). Ribuan rumah terendam dan puluhan ribu warga mengungsi akibat banjir. 

Baca juga: Gempa Guncang Rote Ndao NTT 

“Setelah kami meneliti, ternyata di aliran sungai dan hulu sungai, di wilayah Sumedang, ditemukan adanya penambangan liar di wilayah Cimalaka,” ujar Uu saat mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meninjau korban banjir di Kabupaten Subang dan Karawang, Sabtu (13/2/2021). 

Menurut Uu, pihaknya senantiasa melakukan sidak dan menutup penambangan-penambangan ilegal.

Selain tambang ilegal, kata dia banjir Subang terjadi akibat tingginya curah air yang mengalir ke wilayah itu, yang berasal dari Kabupaten Majalengka, Sumedang, dan Garut. Debit air yang tinggi ini kemudian mengakibatkan saluran air jebol.

Uu menyatakan, Provinsi Jabar merupakan daerah rawan bencana. Semua jenis kebencanaan, mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, sampai tsunami, berpotensi terjadi di Jabar.

“Provinsi Jabar risiko tinggi (bencana), setiap tahun selalu ada bencana, baik bencana alam dan non alam,” kata dia.

Dalam menangani bencana, Pemprov Jabar senantiasa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya pemerintah kabupaten/kota.

“Dengan sigap, Gubernur Jabar memberikan instruksi dan tindakan yang diperlukan dalam setiap penanganan bencana,” tandasnya. 

Sumber Berita