Surabaya (ANTARA) – Kepolisian Daerah Jawa Timur memberangkatkan sebanyak 75 personel Satuan Brimob (Satbrimob) dalam rangka tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk membantu korban bencana alam banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan 75 personel Brimob itu diberangkatkan melalui Terminal Cargo Bandara Juanda, Selasa.

“Mereka di-BKO ke Polda NTT tugas kemanusian untuk membantu korban bencana alam (banjir bandang) yang melanda NTT,” ujarnya. 

Selain itu, personel Brimob Polda Jatim juga menyertakan satu unit ransus dapur lapangan, satu unit water treatment, satu Unit mobil SAR dan satu unit bus. Semua dilengkapi kru dan via jalur darat. 

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang Flores Timur, NTT pada 01.00 WITA, Minggu (4/4). Pusdalops melaporkan, sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau  2.683 warga lainnya terdampak. 

Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. 

Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT. Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur 7.212 jiwa terdiri 1.803 KK, Lembata 958, Rote Ndao 672 terdiri 153 KK, Sumba Barat 284 terdiri 63 KK dan Flores Timur 256. 

Total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga meninggal dunia. Rinciannya, Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. 

Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21. 

Sejumlah kerugian total antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat, 118 unit rumah rusak sedang dan 34 unit rumah rusak ringan, sedangkan fasilitas umum 14 unit rusak berat, satu rusak ringan dan 84 unit lain terdampak. (*)

 



Sumber Berita