Merdeka.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, 138 orang meninggal dunia akibat bencana alam dampak siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana yang terjadi berupa angin kencang, banjir bandang, hingga tanah longsor.

“Total korban meninggal yang telah ditemukan jasadnya mencapai 138 orang,” kata Doni dalam konferensi pers, Rabu (7/4).

Ke-138 korban jiwa ini tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Di Flores Timur terdapat 67 korban meninggal, Lembata 32, Alor 25, Malaka 4, Kupang 5, Sabu Raijua 2, Ende 1, Kota Kupang 1, dan Ngada 1 orang.

Sementara itu, 61 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, 20 orang hilang di Alor, 35 di Lembata dan 6 orang di Flores Timur.

Menurut Doni, pencarian korban hilang akibat bencana di sejumlah daerah di NTT masih terkendala alat berat. Hingga saat ini pihaknya belum bisa memobilisasi alat berat seperti ekskavator ke lokasi tujuan.

“Kemudian cuaca yang juga masih belum begitu bagus karena sejumlah kapal yang mengangkut alat besar belum bisa berjalan. Mudah-mudahan malam ini cuaca semakin baik, sehingga alat berat bisa dikirim dari Larantuka ke Pulau Adonara,” jelasnya.

Bencana alam di NTT dampak siklon tropis Seroja terjadi sejak Minggu (4/4). Siklon tropis teridentifikasi di Laut Sawu, NTT pada 2 April 2020.

Bencana alam itu mengakibatkan 14 kabupaten dan kota terdampak, yakni: Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Ende, Sumba Barat, Belu, Timor Tengah Utara dan Kota Kupang. (mdk/yan)



Sumber Berita