Untuk pertama kalinya Kabupaten Rote Ndao mengalami cuaca ekstrim yang dipicu oleh siklon tropis yang terjadi dari tanggal 3 April s/d 5 April 2021 yang meluluhlantakan semuanya.  Bencana ini dipicu oleh Badai Siklon Tropis Seroja atau 99S yang dalam bahasa Rote disebut Sanggu Anin.

Cuaca ekstrim berupa angin puting beliung disertai hujan lebat yang dipicu oleh siklon tropis Seroja atau Sanggu Anin yang melanda Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Rote Ndao telah menyebabkan kerusakan infrastruktur fisik umum atau publik, komoditi pertanian, ternak, alat tangkap perikanan, bangunan rumah, dan harta benda penduduk serta pengungsian warga.

Seperti dilansir dari situs rotendaokab.go.id, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE di Posko tanggap bencana Sangu Anin yang bertempat di Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis, 08/04/2021 siang mengatakan bahwa akibat dari  badai siklon Sanggu Anin yang sudah berlangsung sejak tanggal 3 s.d 5 April 2021 yang menyebabkan berbagai kerusakan di 112 desa dan 7 kelurahan termasuk penduduk di pulau Ndao, Nuse, Nusamanuk, Landu Thie (desa Landu, kecamatan Rote Barat Daya) dan pulau Usu di Kabupaten Rote Ndao dengan total dampak kerusakan akibat badai siklon tropis ini diperkirakan mencapai Rp. 112.384.400.000.

Lanjut Bupati bahwa terdapat dua korban jiwa meninggal yang terdata sejauh ini di kecamatan Rote Barat Laut dan Rote Selatan.

Sejauh ini diperkirakan total kerusakan mencapai 1190 rumah dan 20.000 jiwa di 119 desa/kelurahan. Dengan jumlah rumah per desa bervariasi dari 5-50 desa. Contoh di Desa Fuafuni di Kecamatan Rote Barat Daya telah terdata dengan kerusakan hingga mencapai 36 rumah. Total kerusakan diperkirakan mencapai Rp. 11.900.000.000

Selain itu terdapat kerusakan pada sawah di Rote Ndao mencapai 1800 hektar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp. 71.834.400.000

Jumlah pengungsi yang terdampak bencana mencapai 1000 orang yang tersebar di 7 (tujuh) desa hingga laporan ini dikeluarkan, yakni di desa Papela, Oelasin, Bebalain, Daudolu, Oesosole, Kelurahan Namodale dan Kelurahan Mokdale (dusun Kandale). Total kebutuhan pengungsi adalah sebesar Rp. 2.000.000.000

Terdapat lebih dari 200 unit perahu (lampara) yang telah rusak dan hilang dengan nilai minimal masing-masing di atas Rp 100.000.000 per perahu. Total kerusakan hingga Rp 2.000.000.000. Di pulau Ndao, kecamatan Ndao Nuse, hingga saat ini terdata 22 lampara yang hilang dengan prakiraan biaya mencapai Rp.1.650.000.000

Dermaga di Ba’a juga rusak dan tidak dapat melayani kapal yang masuk ke Rote melalui pelabuhan Ba’a. Total kerugian mencapai Rp 25.000.000.000.

Kerusakan yang tak terhitung pada fasilitas umum yang turut terdampak antara lain: dermaga, jalan, jembatan, bangunan pemerintah, jaringan listrik dan jaringan telpon yang terputus, irigasi, pepohonan.

Untuk jaringan listrik sampai saat ini masih padam akibat kerusakan yang cukup parah pada jaringan kabel listrik hampir di seluruh wilayah Rote Ndao dan sedang dilakukan perbaikan oleh petugas PLN sedangkan jaringan Telpon dan internet juga belum stabil.

Lebih lanjut lagi Bupati mengatakan bahwa dalam rangka mempercepat penanganan dampak akibat bencana siklon Sanggu Anin ini, maka Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengambil beberapa langkah sebagai berikut :

  • Menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Rote Ndao pada tanggal 4 April 2021 melalui Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana Nomor 360/315/BPBD3.1
  • Mengeluarkan Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 194/KEP/HK/2021 tentang Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Siklon Seroja di Kabupaten Rote Ndao pada tanggal 6 April 2021.
  • Membentuk Satuan Tugas Tanggap Darurat melalui SK Bupati Rote Ndao Nomor 195/KEP/HK/2021 tentang Satuan Tugas Penanganan Pasca Bencana Alam Siklon Seroja Kabupaten Rote
  • Pada tanggal 3 April 2021, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah menangani 672 pengungsi di desa Papela kecamatan Rote Timur.
  • Pemerintah membagikan 22 karung beras dengan total 550 kg, 18 dos mi instan, 5 paket perlengkapan bayi, 5 liter minyak goreng, 10 kotak teh celup dan 4 buah terpal kepada pengungsi akibat bencana di pulau Rote.
  • Di pulau Ndao stok beras telah habis per tanggal 7 April 2021 sehingga pada hari ini, Kamis, 8 April 2021 Pemerintah Kabupaten Rote Ndao membagikan 2 ton beras. Dolog sudah menyiapkan 25 ton dan 10 ton telah disiapkan untuk didistribusikan pada hari ini kepada masyarakat di pulau Ndao melalui perahu.
  • Bupati bersama Forkopimda telah melakukan tinjauan langsung kedesa-desa yang terdampak bencana.

Bupati juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melakukan beberapa persiapan lanjutan yang akan diambil menindaklanjuti dampak akibat bencana siklon tropis Sanggu Anin (Seroja) ini antara lain:

  • Melakukan pendataan lebih detail ke seluruh desa/kelurahan hingga 2 (dua) hari ke depan.
  • Menggerakkan seluruh Organisasi Pemerintah Daerah untuk melakukan koordinasi, komunikasi dengan masyarakat serta mendata potensi kerugian akibat bencana.
  • Melaporkan hasil pendataan bencana ke pusat, pemerintah provinsi, dan LSM dan lembaga lain dalam rangka melakukan pemulihan secara ekonomi dan infrastruktur di Kabupaten Rote Ndao.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat juga telah tiba di Rote Ndao sejak siang tadi, Kamis (8/4/2021) dan meninjau langsung kondisi bencana di lapangan serta menyerahkan bantuan kepada warga yang mengalami dampak bencana yang didampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si dan Forkopimda Rote Ndao.

Saat ini tim dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao  masih terus melakukan pendataan dan berikut link yang bisa diakses oleh masyarakat Rote Ndao untuk melaporkan dampak bencana yang dialami keluarga atau kenalan di Rote Ndao : http://bit.ly/tanggap-cepat-bencana.

(posko_sanggu_anin/rotendaokab.go.id)

Sumber Berita