Jakarta, IDN Times – Bencana banjir bandang yang disebabkan oleh siklon tropis Seroja pada Minggu (4/4/2021) di Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan dampak kepada 11 kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Dilansir dari data BNPB, total 11 kab/kota yang terdampak bencana banjir bandang di NTT adalah Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Ngada, Ende, Rote Ndao, Malaka, Flores Timur, Lembata, Alor, Timor Tengah Selatan, dan Kota Kupang.

1. Kabupaten Flores Timur dan Lembata terkena dampak paling parah

Dampak Parah Bencana NTT, Nyaris Seluruh Daerah LumpuhBanjir Bandang NTT (dok. BNPB)

Kabupaten Flores Timur dan Lembata jadi dua wilayah yang terkena dampak paling parah dari bencana ini. Di Flores Timur, korban meninggal mencapai 49 jiwa, luka-luka 22 orang, korban hilang sebanyak 23, serta pengungsi mencapai 256 jiwa.

Secara keseluruhan, 218 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Flores Timur. Total rumah rusak berat sebanyak 82 unit, sedangkan rusak ringan ada 34. Lalu, rumah yang terdampak sebanyak 97 unit.

Sedangkan di Lembata, korban meninggal dunia mencapai 16 jiwa, korban hilang 51 orang, korban luka-luka 98, lalu pengungsi mencapai 958 jiwa. Sedangkan total rumah rusak berat di Lembata mencapai 224 unit, sedang 15 unit, dan yang ringan 75 unit.

Baca Juga: Bencana NTT, Kemenkes Datangkan Dokter dari Sulsel dan Jatim

2. Deretan kerusakan akibat bencana di NTT

Dampak Parah Bencana NTT, Nyaris Seluruh Daerah LumpuhSejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). (ANTARA FOTO/BPBD Flores Timur)

Bencana di NTT juga berdampak pada sejumlah kerugian. Adapun total kerugiannya meliputi 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat, 118 unit rumah rusak sedang, dan 34 unit rumah rusak ringan. Fasilitas umum (fasum) 14 unit rusak berat, satu rusak ringan, dan 84 lainnya terdampak.

Berikut rincian sementara kerusakan sektor pemukiman akibat bencana di NTT:

Kota Kupang
– 10 unit rumah rusak sedang
– 657 unit rumah terdampak

Kabupaten Flores Timur
– 82 unit rumah rusak berat
– 34 unit rumah rusak ringan
– 97 unit rumah terdampak
– 8 unit fasum rusak berat

Kabupaten Malaka
– 1.154 unit rumah terdampak
– 65 fasum terdampak

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Kabupaten Ngada
– 4 unit rumah rusak berat
– 2 unit rumah rusak sedang
– 1 fasum terdampak

Kabupaten Sumba Barat
– 54 unit rumah terdampak

Kabupaten Sumba Timur
– 7 fasum terdampak

Kabupaten Rote Ndao
– 12 unit rumah rusak berat

Kabupaten Alor
– 21 unit rumah rusak berat
– 106 unit rumah rusak sedang
– 6 fasum rusak berat
– 1 fasum rusak ringan
– 11 fasum terdampak

Kabupaten Lembata
– 224 unit rumah rusak berat
– 15 unit rumah rusak sedang
– 75 unit rumah rusak ringan

Kabupaten Ende
– 20 unit rumah terdampak

3. Total 128 orang meninggal dunia akibat bencana di NTT

Dampak Parah Bencana NTT, Nyaris Seluruh Daerah LumpuhSeorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). (ANTARA FOTO/HO/BPBD Flores Timur)

BNPB juga melaporkan sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.

“Total warga meninggal dunia berjumlah 128 orang, selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67, Flores Timur 49, dan Alor 12,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4/2021).

4. BPBD bersama beberapa pihak terus lakukan upaya penyelamatan

Dampak Parah Bencana NTT, Nyaris Seluruh Daerah LumpuhBanjir Bandang NTT (dok. BNPB)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan Kota, dibantu beberapa pihak masih terus melakukan penanganan darurat bencana seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik, maupun pembukaan akses ke wilayah terisolasi.

“Kementerian dan lembaga di bawah kendali BNPB juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terdampak siklon tropis tersebut,” tulis keterangan BNPB.

Baca Juga: Jokowi Minta Kebutuhan Pengungsi Bencana NTT-NTB Cepat Disalurkan



Sumber Berita