php shell hacklink php shell seobizde.com hacklink izmir escort sultangazi escort alanya escort gabile medyum

Dana Parpol di Kabupaten Rote Ndao Diduga Dikorupsi  – Info Rote-Ndao


Dana Parpol di Kabupaten Rote Ndao Diduga Dikorupsi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG— Dana Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur diduga dikorupsi. 

Dugaan korupsi tersebut tercium dari indikasi laporan pertanggungjawaban fiktif Dana Parpol PDI Perjuangan tahun anggaran 2019 itu ke Bupati Rote Ndao dan Kesbangpolinmas Kabupaten Rote Ndao pada 2020. 

Laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Partai Politik itu ditandatangani oleh Plt Bendahara DPC PDI Perjuangan Rote Ndao Zinsendorf Yosus Adu dan Ketua DPC PDI Perjuangan Sabu Raijua Denison Moy.

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Rote Ndao, Keluarga Minta Pihak Kepolisian Segera Tangkap Pelaku

Dugaan pertanggungjawaban fiktif dan pema itu kemudian dilaporkan oleh mantan bendahara DPC PDI Perjuangan Rote Ndao Dikson Suwongto ke Polres Rote Ndao pada 1 Maret 2021 lalu. 

Laporan polisi itu menyebutkan terjadi indikasi korupsi atau dugaan penyalahgunaan pengelolaan keuangan partai politik PDI Perjuangan Rote Ndao TA 2019 sebesar Rp 67.858.672. Selain itu, juga terdapat indikasi pemalsuan tanda tangan sejumlah nama dalam kwitansi penggunaan uang. 

Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Senin 10 Mei 2021 pagi belum memberi keterangan terkait kasus tersebut.

Baca juga: Dugaan Pembunuhan di Kabupaten Rote Ndao, Kepolisian Buru Pelaku

 Saat dihubungi, Kapolres Ferli mengaku sedang melaksanakan kegiatan video conference bersama Kapolda NTT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, sejumlah saksi telah dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Diantaranya, Dikson Suwongto mantan bendahara PDIP Rote Ndao, Roni Kolo, Erna Tomasui dan Messakh Bentura pada April lalu. 

Tiga nama tersebut merupakan pihak yang dirugikan karena mengaku dipalsukan tanda tangannya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )



Sumber Berita