Sumber foto: Yos A Syukur/elshinta.com.

Elshinta.com – Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis data korban dan kerugian materil akiba bencana alam Siklon Tropis Seroja di NTT per 8 April 2021 pukul 18.00 di Kupang. Rilis tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu.

Ia membeberkan, bahwa  dari semua kabupaten/kota yang mengalami bencana tercatat 144 orang meninggal dunia, 129 orang luka-luka, 60 orang dinyatakan hilang, 2.019 KK (13.226 orang) mengungsi, dan 1.700 KK (4.829 orang) terdampak. Sedangkan kerugian materil, kata Marius, diantaranya 688 rumah rusak berat, 272 unit rumah rusak sedang, 154 unit rumah rusak ringan, 2.357 unit rumah terdampak, 24 fasilitas umum rusak berat, dan 87 fasilitas umum terdampak.

Dengan rincian per kabupaten/kota diantaranya :

1. Kota Kupang

– 1 orang meninggal dunia

– 7 orang luka-luka

– 1.264 KK (6.300 orang) terdampak

– 10 unit rumah rusak berat

– 657 unit rumah terdampak

2. Kabupaten Kupang

– 5 orang meninggal dunia

3. Kabpaten Flores Timur 

– 71 orang meninggal dunia

– 54 orang luka-luka

– 5 orang hilang

– 1.100 orang mengungsi

– 218 KK terdampak

– 82 unit rumah rusak berat

– 34 unit rumah rusak ringan

– 97 unit rumah terdampak

– 8 unit fasilitas umum rusak berat

4. Kabupaten Malaka

– 6 orang meninggal dunia

– (-+) 3.000 orang mengungsi

– 1.154 unit rumah terdampak

– 65 fasilitas umum terdampak

5. Kab. Lembata 

– 32 orang meninggal dunia

– 35 orang hilang

– 49 orang luka-luka

– 958 orang mengungsi

– 224 unit rumah rusak berat

– 15 unit rumah rusak sedang

– 15 jembatan akses antar desa terputus

6. Kabupaten Ngada

– 1 orang meninggal dunia

– 1 orang luka-luka

– 6 KK terdampak

– 19 unit rumah rusak berat

– 48 unit rumah rusak sedang

– 1 unit fasilitas umum rusak berat

– 5 fasilitas umum terdampak

7. Kabupaten Sumba barat

– 63 KK (284 orang) mengungsi

– 54 unit rumah terdampak

8. Kabupaten Sumba Timur

– 1.803 KK (7.212 orang) mengungsi

– 100 KK (475 orang) terdampak

– 7 fasilitas umum terdampak

9. Kabupaten Ende

– 1 orang meninggal dunia

– 346 KK terdampak

– 17 unit rumah rusak berat

– 18 unit rumah rusak sedang

– 45 unit rumah rusak ringan

– 5 unit fasilitas umum terdampak

10. Kabuoaten Rote Ndao

– 153 KK (672 orang mengungsi)

– 12 unit rumah rusak berat

11. Kabupaten Sabu Raijua 

– 2 orang meninggal dunia

12. Kabupaten Alor

– 25 orang meninggal dunia

– 25 orang luka-luka

– 20 orang hilang

– 7 KK (18 orang) terdampak

– 179 unit rumah rusak berat

– 181 unit rumah rusak sedang

– 5 fasilitas umum terdampak

13. Kabupaten Belu 

– 167 KK terdampak

– 5 unit rumah rusak berat

14. Kabupaten Timor Tengah Utara

– 450 KK (1.800 orang) terdampak

– 142 orang mengungsi

– 150 unit rumah rusak berat

15. Kabupaten Timor Tengah Selatan

– 1.235 KK (4.848) jiwa terdampak

– 395 unit rumah terdampak

“Data tersebut masih dinamis dan akan terus berubah sesuai dengan perkembangan data dari setiap kabupaten/kota,” ujar Marius seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yos Syukur, Jumat (9/4).

Marius mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT sangat berterima kasih pada TNI dan Polri serta pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan dan membantu proses evakuasi. 

“Saat ini solidaritas kita yang paling penting untuk penanganan bencana serta membantu para korban dalam menghadapi dampak sosial ekonomi akibat bencana alam”, katanya.

Sementara itu Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Marius Ardu Ardu Jelamu dan Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo mengatakan upaya evakuasi korban bencana terus dilakukan mulai dari korban banjir, longsor, angin kencang dan juga pelayanan kesehatan.

“Saat ini evakuasi terus dilakukan, dan juga TNI dan Polri telah menggerakan sarana angkut seperti pesawat hercules, kapal laut, angkutan darat dan juga helikopter. Dan juga perlengkapan jembatan darurat sedang dikirim dengan kapal,” ujarnya.



Sumber Berita