Menko PMK Muhadjir Effendy, tengah, saat mendarat di Pulau Rote.

PWMU.CO– Di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengecek penanganan korban bencana badai siklon tropis Seroja, Selasa (4/5) sore.

Badai Seroja terjadi 3-5 April 2021. Warga setempat menyebut sebagai badai Sanggu Anin. Menyebabkan kerusakan infrastruktur dan rumah di 112 desa dan 7 kelurahan di Pulau Ndao, Nuse, Nusamanuk, Landu Thie, Usu.

Tercatat badai merusak 1.190 rumah, 1.800 hektare sawah, serta 200 perahu rusak dan hilang. Sebanyak 20.000 warga mengungsi. Nilai kerugian mencapai Rp 112 miliar.

Setiba di Bandara DC Saudale, Menko PMK dan rombongan disambut Bupati Paulina Haning Bullu dan warga di Desa Oe Bao, Kecamatan Rote Barat Daya. Kemudian 30 menit melanjutkan perjalanan darat melewati jalanan yang sebagian besar sudah diaspal halus. Pembangunan jalan ini dikerjakan tahun lalu bagian dari afirmasi pembangunan daerah terluar.

”Ini kunjungan saya yang kedua ke Pulau Rote. Sebelumnya saya berkunjung mendampingi Presiden Jokowi saat menjabat Mendikbud. Waktu itu acara peresmian SMPN Rote yang dibangun Kemendikbud,” kata Muhadjir Effendy di depan warga.

Dalam kunjungan yang disertai pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos), Menko PMK menyerahkan paket bantuan. Yakni sembako 200 paket, 580 ribu kg cadangan beras pemerintah (senilai Rp 581 juta), serta santunan simbolis  kepada seorang ahli waris Rp 15 juta.

Kunjungan menjelang petang itu harus dipersingkat sebab penerbangan kembali ke Kupang terakhir pukul 17.00. ”Karena Bandara Rote belum ada lampunya. Saya akan minta Pak Menhub untuk segera memasang lampu agar Bandara Rote bisa melayani penerbangan malam,” tegas Muhadjir disambut tepuk tangan warga.

Menko PMK mengajak warga bangkit dan menjadi lebih kuat serta mandiri. Pemerintah terus memantau dan membantu hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam akhir kunjungan, warga dipimpin bupati serempak melakukan yel-yel ”Warga Rote cinta Indonesia!”

Kunjungan ke Pulau Rote, pulau paling selatan Indonesia itu mengakhiri rangkaian kunjungan Menko PMK ke NTT. Pada 3 Mei Menko PMK mengunjungi lokasi bencana dan penanganan stunting di Kota dan Kabupaten Kupang.

Pada 4 Mei sejak pagi, selama sehari Menko PMK mengunjungi tiga pulau yang jaraknya masing masing sekitar satu jam perjalanan udara. Yakni Pulau Pantar Kabupaten Alor, Pulau  Sabu, serta Pulau Rote. Perjalanan dilakukan dengan pesawat baling-baling Caravan berkapasitas 8 penumpang dan heli BNPB serta dilanjutkan perjalanan darat menuju titik lokasi. (*)

Editor Sugeng Purwanto

Sumber Berita