Jakarta

Mantan Kepala Desa (Kades) Lakamola, Rote Timur, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Anderias Lofa dihukum 3 tahun penjara. Anderias dinyatakan hakim terbukti korupsi anggaran desa Rp 400 juta.

Hal itu tertulis dalam Putusan Pengadilan Tinggi (PT) Kupang yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (3/12/2020). Kasus bermula saat Anderias menjadi kades pada 2015. Memasuki 2016, Anderias mengelola APBDesa sebesar Rp 900 juta lebih.

Dalam pengelolaan itu, dilakukan tidak transparan sehingga terjadi kebocoran di sana-sini. Seperti pembenahan posyandu, proyek sumur gali, parit hingga lapangan voli. Atas proyek itu, aparat penegak hukum mencium ketidakberesan dan menyidik kasus itu. Anderias akhirnya diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada 8 September 2020, jaksa menuntut Anderias selama 4 tahun penjara. Atas tuntutan itu, PN Kupang menjatuhkan hukuman kepada Anderias selama 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Selain itu, Anderias diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah uang yang dikorupsinya dan belum dikembalikan sebesar Rp 80 juta.

Atas putusan itu, Anderias tidak terima dan mengajukan banding. PT Kupang memutuskan memperberat hukuman terkait denda.

“Menghukum Terdakwa Anderias Lofa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan denda sejumlah Rp 100 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan menjalani pidana kurungan selama 3 bulan,” ucap majelis yang diketuai Yohanes Priyana dalam sidang pada Kamis (3/12) siang ini.

Adapun hukuman uang pengganti masih sama yaitu Rp 80 juta dengan ketentuan harus membayar maksimal 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila tidak, harta bendanya disita dan dilelang.

“Apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun,” ujar majelis yang beranggotakan Idrus dan Sudi Subakah.

Di persidangan terbukti Anderias korupsi anggaran Rp 400 juta. Saat kasus ini disidik, Rp 241 juta dikembalikan. Sisanya dinikmati Anderias Rp 80 juta dan pihak lain Rp 78 juta.

“Perbuatan Terdakwa mengakibatkan dampak pada pembangunan dan pengadaan barang/jasa di Desa Lakamola di Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao. Keuntungan kategori sedang karena memperoleh 10 persen hingga 50 persen dari kerugian negara yaitu Rp 80 juta,” ujar majelis.

(asp/idn)

Sumber Berita