Dampak Badai Siklon Seroja di Kabupaten Rote Ndao

BA’A, SURYAKEPRI.COM – Kabupaten Rote-Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita kerugian sekitar Rp112,3 miliar akibat badai siklon tropis Seroja 99S,  atau dalam bahasa Rote disebut Sanggu Anin.

Dikutip dari situs resmi Kabupaten Rote-Ndao, yang dirilis pada Kamis 8 April 2021, menjelaskan bahwa ini untuk pertama kalinya daerah terselatan Indonesia itu luluh lantak di seluruh wilayah akibat cuaca ekstrem yang dipicu oleh siklon tropis yang terjadi dari tanggal 3 April s/d 5 April 2021.

Cuaca ekstrem berupa angin puting sangat kencang disertai hujan sangat lebat telah menyebabkan kerusakan infrastruktur fisik umum atau publik, komoditi pertanian, ternak, alat tangkap perikanan, bangunan rumah, dan harta benda penduduk serta memaksa warga mengungsi.

BACA JUGA:

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE di Posko tanggap bencana Sangu Anin yang bertempat di Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis siang, mengatakan bahwa akibat dari badai siklon Sanggu Anin yang sudah berlangsung sejak tanggal 3 – 5 April 2021, menimbulkan berbagai kerusakan di 112 desa dan 7 kelurahan, termasuk penduduk di Pulau Ndao, Nuse, Nusamanuk, Landu Thie (Desa Landu, kecamatan Rote Barat Daya) dan Pulau Usu di Kabupaten Rote Ndao.

Badai siklon tropis Seroja menimbulkan kerusakan di mana-mana dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp. 112.384.400.000

Bupati melanjutkan bahwa terdapat 2 korban jiwa meninggal yang terdata sejauh ini di kecamatan Rote Barat Laut dan Rote Selatan.

Rincian Kerugian Akibat Sanggu Anin di Rote-Ndao

Sumber Berita