Sementara Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan UKAW Kupang, Alfred G.O. Kase, yang juga menjabat Kepala Lembaga Penelitian-UKAW mengatakan, ikan tersebut lahir dalam keadaan tidak sempurna lantaran belum cukup usianya.

“Anak ikan lainnya normal, hanya satu saja yang aneh. Dugaannya dia belum cukup umur, makanya cacat. Apalagi ditemukan setelah tubuh induknya dibelah. Seperti anak ayam atau binatang lainnya, jika belum cukup umur, biasanya berbeda dengan lainnya. Ini analisa saya, tapi perlu pembuktian pemeriksaan lagi,” katanya.

Ia menjelaskan cara reproduksi jenis ikan hiu disebut, Ovovivipar yang merupakan golongan ikan yang bertelur, namun telurnya berada dalam tubuh induknya dan mengalami masa inkubasi atau pengeraman di dalam tubuh induknya, sampai melahirkan atau beranak. Bila usia kandungan atau anaknya sudah cukup atau organ tubuhnya berkembang atau tumbuh sempurna.

Sepanjang masa inkubasi, ikan jenis hiu ini bisa memangsa saudaranya sendiri sebelum dilahirkan. Hal ini merupakan strategi reproduksi ikan jenis hiu disaat suplai makanan dari induknya mulai berkurang.

Selain itu, Ikan jenis hiu tidak memiliki plasenta seperti jenis ikan lainnya. Ikan yang memiliki plasenta, biasanya tidak memangsa saudaranya saat masih di tubuh induknya. Sementara yang tidak memiliki plasenta, bisa memangsa saudaranya.

“Masa inkubasi ini tergantung jenis ikannya. Ada yang lama, ada yang cepat. Sehingga kecurigaan saya, mungkin anak hiu itu belum masanya untuk dilahirkan,” katanya menjelaskan.

Sumber Berita