Tak ada yang aneh dengan kemunculan pulau dan danau baru di Nusa Tenggara Timur (NTT) usai wilayah itu dihantam badai siklon tropis Seroja. Tak hanya Indonesia, ratusan pulau baru sudah terbentuk di seluruh dunia sejak dulu.

Berikut beberapa pulau baru yang muncul dan tercatat di sejumlah negara dan kawasan dengan segala keunikannya yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Nishinoshima, Jepang

Pulau Nishinoshima yang berada di Selatan Tokyo, Jepang dilahirkan oleh aktivitas vulkanik gunung berapi bawah laut samudera Pasifik. Pulau itu terbentuk dari material vulkanik yang terus keluar sehingga terjadi timbunan pasir dan bebatuan.

Para ahli vulkanologi Jepang mengklaim suhu bebatuan itu berkisar hingga 1.000 derajat Celsius. Pulau itu ditemukan oleh pesawat Penjaga Pantai Jepang pada November 2013.

Pulau yang awalnya bernama Niijima ini terletak sekitar 300 meter sebelah tenggara pulau Nishinoshima yang tak berpenghuni, yang berada di wilayah Ogasawara.

Pulau yang tergabung terus tumbuh saat lava mengalir ke segala arah. Pada Maret 2014, pulau itu sudah tiga kali lipat dari ukuran sebelumnya dan masih meluas pada Oktober 2015.

2. Hunga Tonga, Oseania

Pada akhir 2014, satelit NASA melihat sebuah pulau baru yang muncul di Pasifik Selatan. Pulau yang dilahirkan oleh letusan gunung bawah laut itu berada di antara dua pulau tua di Kerajaan Tonga, Oseania.

Oleh penduduk setempat, pulau baru ini disebut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai. Ilmuwan NASA menyatakan pulau berusia enam tahun itu merupakan pulau pertama di Bumi, sejak adanya satelit dan radar yang mampu menghasilkan gambar resolusi tinggi.

Material yang ditemukan di pulau tersebut berupa lumpur yang lengket. Material hasil erupsi yang sudah berinteraksi dengan air tentu akan berkurang kepadatannya, apalagi tingkat abrasi yang tinggi juga dapat memicu hilangnya pulau muda tersebut.

Menurut jurnal Monitoring and Modelling the Rapid Evolution of Earth’s Newest Volcanic Island: Hunga Tonga Hunga Ha’apai hasil erupsi Surtseyan yang membentuk daratan diprediksi hanya mampu bertahan beberapa bulan. Namun, kenyataannya, Pulau Hunga Tonga masih ada sampai saat ini.

3. Gunung Laut Loihi, Hawaii

Kawasan ini belum terbentuk sebagai pulau. Tapi gunung berapi bawah laut aktif yang disebut Loihi ini bisa menjadi bagian daratan baru berikutnya di Hawaii dalam beberapa milenium.

Gunung Laut Loihi terletak di dekat Pulau Besar Hawaii dan menjulang sekitar 3.000 meter dari dasar laut (lebih tinggi dari Gunung St. Helens, Washington, Amerika Serikat, sebelum meletus pada tahun 1980).

Seperti semua pulau di Hawaii, Loihi adalah gunung berapi titik panas, artinya gunung berapi ini terbentuk oleh area dengan panas tinggi di bawah kerak bumi, bukan di sepanjang batas lempeng tektonik seperti gunung berapi lainnya.

Sementara masih 3.000 meter di bawah permukaan laut, aktivitas vulkanik reguler dan aliran lava baru perlahan-lahan membangun ketinggian Loihi dengan kecepatan sekitar sepersepuluh meter per tahunnya.

4. Pulau Pasir, Carolina Utara AS

Dengan panjang sekitar 1,6 kilometer dan lebar 146 meter, pulau pasir yang terletak di luar Pantai Buxton, Carolina Utara ini merupakan bagian dari Cape Hatteras National Seashore. Meski pulau ini indah, Presiden Cape Hatteras National Seashore Bill Smith mengklaim pulau ini berbahaya.

Pulau ini merupakan area pancing sehingga ditakutkan ada kail pancing yang tertinggal dan melukai orang. Selain itu, ikan pari dan hiu suka berada di dekat pulau ini karena adanya sungai kecil di antara pulau dan daratan sepanjang 15 meter dengan arus yang kuat.

Pulau ini diduga terbentuk karena arus dan badai yang secara konstan mengubah pulaunya. Dengan pengaruh kekuatan arus dan badai, kemungkinan pulau pasir tersebut dapat makin besar atau tenggelam di bawah ombak selama satu atau dua tahun lagi.

5. Pulau Sholan dan Jadid, Yaman

Setelah letusan gunung berapi bawah laut selama 25 hari yang eksplosif di Laut Merah pada tahun 2011, satu pulau kecil bernama Sholan muncul di Kepulauan Zubair, rantai kecil pulau vulkanik antara Afrika dan Semenanjung Arab yang masuk wilayah Yaman.

Menurut sebuah laporan di Scientific American, Laut Merah adalah sarang aktivitas seismik dan vulkanik yang dibentuk oleh retakan besar di kerak bumi, di mana dua lempeng tektonik terpisah hampir setengah inci dalam setahun.

Pada 2013, pulau lain bernama Jadid muncul di dekatnya setelah letusan 54 hari.

Kedua pulau tersebut telah menyusut karena erosi dari gelombang dan unsur-unsurnya.

6. Norderoogsand, Jerman

Pada tahun 2003, para peneliti melihat gundukan pasir kecil tumbuh 16 mil di lepas pantai Jerman di Laut Utara.

Dalam 10 tahun, pulau itu muncul sebagai pulau seluas 34 hektare, sudah menjadi rumah bagi 50 spesies tumbuhan berbeda dan beberapa jenis burung, termasuk angsa abu-abu dan elang peregrine.

Pulau yang masih muda, Norderoogsand, tidak biasa karena sebagian besar gumuk pasir di perairan pesisir Laut Utara yang dangkal gagal bertahan dari badai musim dingin yang ganas.

Sebuah artikel di The Telegraph memperingatkan bahwa badai besar masih bisa menghapus Norderoogsand.

7. Tugtuligssup Sarqardlerssuua, Greenland

Selama 60 tahun terakhir, Gletser Steenstrup di barat laut Greenland telah menyusut lebih dari enam mil, sebagian karena perubahan iklim.

Pencairan tersebut telah memunculkan beberapa pulau baru, yang terbaru pada tahun 2014, menurut American Geophysical Union.

Para peneliti percaya pulau itu -dinamai dari gunung yang disebut Tugtuligssup Sarqardlerssuua yang berada di atasnya- mungkin telah membantu menambatkan gletser di tempatnya.

Sekarang Steenstrup menyusut lebih cepat, menghasilkan lebih banyak pulau dan selanjutnya mengubah pantai Greenland.

8. Kavachi, Kepulauan Solomon

Sebagai salah satu gunung berapi bawah laut paling aktif di Pasifik, Kavachi meletus setiap beberapa tahun. Terletak di selatan Vangunu di Kepulauan Solomon, gunung berapi itu telah menciptakan pulau sementara setidaknya sembilan kali sejak 1939, letusan pertama yang tercatat.

Pulau terakhir yang diketahui terbentuk pada tahun 2002, tetapi terkikis oleh gelombang dalam waktu satu tahun.

Letusan pada tahun 2004, 2007 dan 2014 gagal menghasilkan pulau Kavachi baru, tetapi para peneliti baru-baru ini membuat penemuan yang benar-benar luar biasa.

Kamera bawah air menunjukkan hiu, ikan pari, dan makhluk laut tak terduga lainnya yang berkembang biak di perairan asam yang mendidih di dalam dan sekitar gunung berapi yang terendam.

9. Pulau Danau Pinto, California AS

Badai ekstrem yang dipicu oleh El Niño di California pada musim semi 2016 menyebabkan penampakan aneh di Danau Pinto. Sebut saja kelahiran pulau yang memisahkan diri.

Separuh hektare lahan basah yang ditutupi dengan pepohonan dan rerumputan patah dan mengambang di tepian di danau seluas 120 hektare itu, menurut sebuah laporan di Santa Cruz Sentinel.

Pejabat bahkan menjuluki fenomena tersebut sebagai “Pulau Roomba yang terapung” dan para ahli lingkungan berharap akarnya akan membantu menyerap nutrisi dari pupuk yang menyebabkan banyak ganggang beracun di danau itu berkembang biak.

Untuk saat ini pulau misterius itu tampaknya telah terjepit di tepi sungai dan mungkin tetap di sana atau akhirnya membusuk.

10. Zalzala Koh, Pakistan

Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) melanda Provinsi Baluchistan di Pakistan pada 24 September 2013, menyebabkan 270 orang tewas dan ribuan rumah rata dengan tanah. Bencana alam itu juga melahirkan pulau bundar kecil di lepas pantai dekat kota pelabuhan Gwadar.

Menurut para peneliti, pulau itu adalah gunung lumpur, terbentuk dari emisi gas metana yang mendorong ke atas sebagian dasar laut yang berlumpur dan berbatu.

Disebut secara lokal sebagai Zalzala Koh (Gunung Gempa) atau Zalzala Jazeera (Pulau Gempa), daratan kecil itu diperkirakan akan menghilang dengan cepat setelah gas di bawah mendingin dan erosi dari gelombang laut.

11. Pulau Shelly, Segitiga Bermuda

Salah satu pulau baru yang kemunculannya membuat gempar dunia sebab muncul di wilayah yang terkenal dengan keangkerannya.

Pulau Shelly muncul di wilayah Segitiga Bermuda yang terkenal karena kerap menjadi lokasi hilangnya pesawat terbang.

Banyak orang yang takut mendatangi pulau tersebut, selain karena berada di kawasan Segitiga Bermuda, juga karena fakta banyaknya hiu di sekitar pulau baru tersebut.

12. Pulau Niijima, Jepang

Terletak tepat di kawasan cincin api, Pulau Niijima kerap mengeluarkan asap, abu, dan lava sebagi bentuk aktivitas vulkanik dari gunung bawah laut yang melahirkannya.

Pulau yang lahir pada November 2013 ini terletak di wilayah Kepulauan Bonin, 1.000 km dari Tokyo.

Menariknya, berdasarkan citra satelit Operational Land Imager atau Landsat 8 pada 30 Maret 2014, Pulau Niijima “memakan” tetangganya, Nishino-shima. Bahkan kini keduanya bak menyatu menjadi satu pulau.

13. Pulau Ferdinandea

Kisah Pulau Ferdinandea sendiri dimulai pada Juli 1831, selepas terjadinya letusan gunung api di kawasan Laut Mediterania.

Dipicu posisinya yang berada di antara Sri Lanka dan Tunisia, pulau ini pun akhirnya menjadi rebutan kedua negara tersebut.

Menariknya, rebutan tersebut terkadang berhenti dengan sendirinya untuk kemudian terjadi kembali karena ‘kebiasaan’ Pulau Ferdinandea yang muncul dan tenggelam selama beberapa kali.

14. Pulau Surtsey, Islandia

Dikutip dari laman World Heritage Convention UNESCO, whc.unesco.org, Surtsey adalah sebuah pulau vulkanik yang berlokasi sekitar 32 km dari pantai selatan Islandia.

Pulau tersebut adalah pulau baru yang dibentuk oleh letusan gunung berapi yang terjadi dari tahun 1963 hingga 1967. Pulau itu pun telah dilindungi sejak terbentuk, menyediakan dunia dengan laboratorium alam murni.

Bebas dari aktivitas manusia, Surtsey telah menghasilkan informasi jangka panjang yang unik tentang proses kolonisasi tanah baru oleh tumbuhan dan hewan.

Sejak mulai mempelajari pulau itu pada tahun 1964, para ilmuwan telah mengamati kedatangan benih yang dibawa oleh arus laut, munculnya jamur, bakteri dan jamur, diikuti pada tahun 1965 oleh tumbuhan vaskular pertama, yang mana terdapat 10 spesies pada akhir dekade pertama.

15. Pulau Uunartoq Qeqertaq, Greenland

Jika Anda belum pernah mendengar tentang Uunartoq Qeqertaq, mungkin karena itu salah satu pulau terbaru di dunia. Muncul pada tahun 2006 di lepas pantai timur Greenland, 340 mil sebelah utara lingkaran Arktik ketika es menyusut karena pemanasan global.

Nama pulau baru, yang diterjemahkan dari Inuit sebagai Pulau Pemanasan, dianggap cukup permanen oleh pembuat peta untuk dimasukkan dalam edisi baru atlas terlengkap di dunia.

Sumber Berita