Merdeka.com – Matias Bala (52), warga RT 07, RW 04, Dusun Nafioen, Desa Lidor, Kecamatan Loahulu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Pada tubuh korban terdapat luka bacokan sehingga membuat geger warga.

Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 14 jam sebelum ditemukan. Senin (19/4) korban dilaporkan hilang oleh anak-anaknya ke polisi.

Salah satu anak korban, Jekson Balla (18) mengaku, kalau pada Senin (19/4/2021) siang sekitar pukul 11.00 wita, Jekson pamit kepada ayahnya, karena hendak ke rumah Daniel Fanggi untuk menonton televisi.

Jekson menonton hingga pukul 14.00 wita. Ketika pulang ke rumah, ia tidak lagi mendapati ayahnya di rumah. Selasa (20/4), sekitar pukul 03.00 wita, Jekson mulai panik karena ayahnya belum juga pulang ke rumah.

Jekson berupaya menghubungi pihak keluarga melalui handphone untuk mencari korban. Namun pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan ayahnya.

Jekson mengaku kalau saat ia pergi menonton, ayahnya tidak mengenakan pakaian, hanya menggunakan sebuah kain sarung berwarna merah, dengan bermotif kotak-kotak.

Ketika Jekson kembali ke rumah, kain sarung yang dipakai ayahnya, sementara tergantung di dinding kamar.

Chiko Balla (15), anak korban yang lain mengatakan, Senin (19/4) sekitar pukul 12.00 wita, ayah mereka pamit hendak ke rumah kakak mereka, Selfiana Balla, sekitar 50 meter dari rumah. Korban di rumah Selfi hanya sekitar 10 menit.

Saat ayah mereka ke rumah kakak Selfiana, Chiko menyusul Jekson ke rumah Daniel Fanggi untuk menonton televisi. Ketika pulang ke rumah, Chiko pun tidak mendapati lagi ayahnya.

Sementara Selfiana Balla (39) mengaku, ayah mereka memang ke rumahnya untuk melihat cucu, namun tak berselang lama, ayahnya langsung pergi entah ke mana.

Kehilangan korban dilaporkan kepada bhabinkamtibmas desa Mundek dan Desa Lidor, Brigpol Richard BM Pah. Korban diketahui tidak tahu cara mengendarai kendaraan bermotor baik roda dua, maupun roda empat.

Korban juga tidak memiliki hewan ternak untuk digembalakan, tidak pernah melakukan pekerjaan tambahan yakni tenaga sewa untuk melakukan panen padi sawah orang lain, sementara sawah milik korban telah dipanen, Senin (12/4) lalu. Peralatan kerja korban seperti parang, cangkul dan sabit pun masih berada di rumah.

Ditemukan Tewas

Kepala Desa Lidor Agustinus Ello meminta kerabat korban dan aparat kepolisian untuk mencari korban yang sudah satu hari tidak pulang ke rumah.

Sekitar pukul 16.10 wita jenazah korban ditemukan di area persawahan dengan posisi terlentang. Mereka berteriak dan memangil kerabat korban yang lain. Korban ditemukan sudah meninggal dan terdapat luka sobek pada leher bagian kanan.

Sekitar pukul 17.30 wita anggota Polsek Rote Barat Laut dipimpin Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Frits O Matly dan anggota Reskrim Polres Rote Ndao, yang dipimpin KBO Sat Reskrim Aiptu Stefanus Palaka melakukan olah tempat kejadian dan sekitar pukul 19.30 wita jenazah korban dibawa ke RSUD Ba’a.

“Diduga kasus pembunuhan di kompleks persawahan Maleama (Dengka) yang terletak dusun Nafioen, desa Lidor, kecamatan loaholu,” Kata Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nur Cahyono, Rabu (21/4).

Untuk sementara kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Penemuan mayat telah dibuatkan laporan polisi nomor LP/20/IV/2021 /NTT/Res Rnd/Sek RBL tanggal 20 April 2021. (mdk/ray)

Baca juga:
Polisi Buru Terduga Pelaku Penusukan Pria Hingga Tewas di Kalideres
Remaja di Kalideres Dibunuh Setelah Cekcok Taruhan Futsal
Terdakwa Pembunuhan di NTB Dituntut 15 Tahun Bui, Keluarga Korban Minta Hukuman Mati
Dendam Karena Dimaki, Kuli Bangunan di Bali Bunuh Pemilik Warung
Sempat Buron, Pembacok Bocah 5 Tahun di Merauke Hingga Tewas Akhirnya Dibekuk



Sumber Berita