IDXChannel Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat perbaikan infrastruktur yang hancur akibat diterjang banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

“Pak Menteri PU lagi, untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak, saya lihat ada beberapa jembatan roboh, akses jalan juga segera pulihkan,” kata Jokowi saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Tak hanya itu, Kepala Negara juga memerintahkan jajarannya memulihkan jaringan listrik dan telekomunikasi di sana. Tujuannya untuk memperlancar komunikasi dalam rangka penanganan bencana.

“Jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet dan juga distribusi logistik dan BBM sehingga ini bantuan dapat segera tersalurkan ke masyarakat yang jadi korban bencana,” tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021, lalu.

Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Di mana 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21. BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Banjir bandang juga melanda NTB. Puluhan ribu orang terdampak musibah ini dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia. (TYO)



Sumber Berita