Sikka, Gatra.com – Bencana alam yang diakibatkan oleh siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur telah menelan 165 korban jiwa pada Jumat (09/04). Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Doni pada melalui siaran langsung pada Jumat (09/04), terdapat penambahan di beberapa tempat seperti Kabupaten Lembata yang sekarang menjadi 46 orang (tambahan 3 orang), Kabupaten Alor menjadi 28 orang (tambahan 1 orang), Kabupaten Kupang menjadi 4 orang (tambahan 1 orang), dan Kabupaten Ende tetap 1 orang.

Doni menyebutkan, terdapat beberapa tempat yang mengalami pengurangan korban jiwa seperti Kabupaten Rote Ndao yang berkurang 2 orang karena laporan dari Bupati yang nihil dan Kabupaten Ngada yang berkurang satu orang karena telah dikonfirmasi masih hidup.

“Termasuk juga Ngada semula dilaporkan 1 orang meninggal ternyata yang dilaporkan tersebut masih hidup, jadi yang meninggal tidak ada,” ucap Doni.

Adapun warga yang berstatus hilang, terdapat penambahan di Kabupaten Sabura Raijua sebanyak 5 orang, Kabupaten Alor menjadi 13 orang yang sebelumnya adalah 14 orang, dan Kabupaten Sabua Raijua yang sebelumnya tidak ada, bertambah 5 orang.

“Alor 27 orang pada hari kemarin, ditemukan satu orang hari ini. menjadi 28. yang hilang 13,” ujar Doni.

Siklus Tropis Seroja yang melanda NTT dan NTB mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Bencana ini mengakibatkan belasan ribu rumah rusak dan puluhan ribu orang mengungsi.

 


Reporter: Alfiansyah Ramdhani

Editor: Bernadetta Febriana


Sumber Berita