Rote Ndao, Bratapos.com – Kejaksaan Negeri Rote Ndao, menanggapi pemberitaan, ada Oknum Dengan Inisial TN memakai nama Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Rote Ndao minta uang 15 juta kepada keluarga tersangka kasus Bom Ikan di rote ndao pada bulan februari tahun 2021 baru – baru ini untuk hukuman di ringankan saat keputusan di pengadilan nsnti, tersangka kasus Bom ikan dengan inisial AR, YB, DN.

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao, melalui Kasi Intel Kajari Rote Ndao, Angga Ferdian menjelaskan kepada media ini Kamis 22 04/2021 diruang kerja nya ,Kejaksaan Rote Ndao tidak pernah meminta uang kepada siapa pun dan keluarga siapun untuk membayar perkara di kejaksaan,” Kejaksaan Negeri Rote Ndao tidak pernah dan pokoknya kejaksaan rote ndao tidak pernah meminta uang, jadi jika ada oknum yang membawa nama kejaksaan itu kejaksaan tidak tau dan kalau memang ada Oknum yang berenisial TN Memakai Nama JPU di Rote Ndao untuk Meminta Sejumlah Uang ke Keluarga Terdakwa Agar Hukuman Ringan sesuai di pemberitaan kemaren itu, dari pihak kejaksaan intinya , kejaksaan tidak pernah meminta uang.

Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum TN Mengunakan Nama Jaksa Penuntut umum di Kabupaten Rote Ndao – NTT yang menyalahgunakan wewenang untuk meraup keuntungan pribadi dengan memakai nama kejaksaan itu tentu hal ini memalukan sekali dan merusak moral kejaksaan Rote Ndao . Aksi tidak terpuji yang dimaksud adalah Oknum TN dengan memakainnama Jaksa untuk meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga tersangka kasus Bom ikan yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rote Ndao sejak bulan februari 2021 itu tidak benar.

Sesuai pernyataan disampaikan langsung oleh pihak kejaksaan rote ndao, bahwa ada Oknum dengan inisial TN memakai nama Jaksa penuntut umum kejari Negeri Rote Ndao untuk meminta sejumlah uang kepada keluarga terdakwa yang berinisial (MR, MB) Untuk meringankan hukuman terdakwa ,AR, YB, DN, di pengadilan.

“Kalau itu benar ada oknum minta uang sebesar Rp.15 Juta kepada keluarga terdakwa, MR, dan MB maka itu sudah benar-benar salah , maka harus di tindak.

Reporter : Dance Henukh

Publisher : dimas

Sumber Berita