Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao nilai biaya rapid test membebani masyarakat

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Rote Ndao, NTT Alfred Saudila menilai kebijakan pemerintah dalam biaya rapid test di beberapa fasilitas penyebrangan sangat ‘mengeruk’ kantong masyarakat.

Menurut dia, merosotnya pendapatan masyarakat akibat pandemi dan ditambah belum pulihnya kondisi ekonomi masyarakat akibat badai siklon Seroja pada tanggal 5 April 2021 lalu, harusnya menjadi pertimbangan khusus oleh pemerintah.

“Sudah banyak sekali pengeluhan masyarakat kami terima. Mereka (masyarakat, red) sangat terbebani, misalkan perjalanalan Kupang Rote, tiket Rp50 ribu, rapid Rp250 ribu, miris sekali,” kata Ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila, Kamis 29 April 2021 kepada wartawan.

Baca juga: Mantan Istri Irwan Musri Tak Kalah dari Maia Estianti, Intips Gaya Wanita yang Jadi Istri Jenderal

Baca juga: Berburu Takjil di Bulan Ramadan dan Harapan Pedagang di Kota Larantuka

“Perlu diketahui bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan laut ini masyarakat ekonomi menengah ke bawah, karena itu perlu ada kebijakan pemerintah yang berpihak kepada mereka,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kebijakan yang diterapkan, pihaknya sangat mendukung pemerintah dalam memerangi Covid-19 namun harus tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

“Saya masih ingat, waktu awal Covid-19, biaya rapid Rp150 ribu, sekarang naik hingga Rp250 ribu. Ini perlu ditertibkan agar pihak swasta tidak seenaknya menaikan harga,” ungkapnya.

Baca juga: Diisukan akan Maju Pilpres 2024 Hadapi Anies Baswedan, Gibran Rakabuming: Lihat Saja Nanti

Baca juga: Ketahanan Ideologi Penangkal Terorisme

Ia juga mengingatkan agar kondisi saat seperti ini jangan ada yang memanfaatkannya sebagai lahan ‘bisnis’ yang saat ini sedang ‘babak belur’ akibat berbagai bencana yang sedang terjadi.

Wakil rakyat dari Partai NasDem ini mengatakan, pihaknya sangat mendukung kebijakan Gubernur NTT, Viktor Laidkidat pada bulan Oktober 2020 lalu, yang menggratiskan biaya rapid test.

“Saya sangat mendukung kebijakan Bapak Gubernur, karena masyarakat sudah susah akibat Covid-19 dan Badai Seroja, jangan dibikin susah lagi dengan biaya rapid test,” sebutnya.



Sumber Berita