Ketua DPRD NTT, Ir Emelia Julia Nomleni: puji kesigapan ibu-ibu korban bencana

POS-KUPANG.COM – NUSA Tenggara Timur ( NTT) porak poranda akibat banjir, longsor dan rob yang dipicu oleh Siklon Tropis Seroja awal April 2021. Ada 18 daerah terdampak, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan ( TTS) dan Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU).

Berikutnya, Kabupaten Belu dan Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, Ngada, Ende, Sikka, Adonara Flores Timur, Lembata dan Kabupaten Alor.

Tercatat sudah 178 warga meninggal dunia, sementara 42 orang dinyatakan hilang. Banyak rumah warga, perkantoran pemerintah/swasta serta infrastruktur jalan dan jembatan rusak.

Baca juga: Bank Mandiri Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam di Malaka dan TTU

Baca juga: Warga Pulau Messah Belum dapat Bantuan

Kondisi ini mengundang keprihatinan Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir Emelia Julia Nomleni. Politisi yang akrab disapa Emi Nomleni ini turun langsung menemui masyarakat di 20 lokasi bencana. Ketua DPD PDIP Provinsi NTT ini sendiri yang membawa dan menyalurkan bantuan.

Seperti apa kondisi para korban bencana? Bagaimana penyaluran bantuan? Apa upaya penanganan pasca bencana? Wartawan Pos Kupang, Novemy Leo mewawancarai Emi Nomleni dalam acara Ngobrol Asyik Bersama Pos Kupang, Senin (12/4). Berikut petikannya:

Bagaimana Anda melihat bencana yang terjadi?

Pertama-tama saya mau katakan kepada masyarakat NTT yang terkena dampak bencana, kita bersama sama berada dalam bencana, saya mengajak kita tetap kuat.
Kalau kunjungan (ke lokasi bencana) masih sangat sedikit, tapi saya mencoba melakukan apa yang bisa saya lakukan, terutama di beberapa tempat yang terkena dampak untuk mengunjungi masyarakat. Sekitar 20an titik.

Kunjungan sebagai pribadi, ketua partai atau pimpinan DPRD?

Pada saya melekat semua, baik sebagai ketua DPRD NTT, juga merangkap jabatan sebagai Ketua DPD PDIP juga melekat pertemanan dan persahabatan sebagai seorang pribadi dengan masyarakat. Semua melekat di situ. Sebenarnya perjalanannya adalah perjalanan kemanusiaan.

Sudah 20 lokasi bencana yang dikunjungi, apa yang ditemukan?



Sumber Berita