POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Kisah Krensensius pemasak moke di Alok Timur Sikka: menjual demi bertahan hidup walau takut disita polisi.

Krensensius, warga Dusun Brai, Desa Watu Gong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka mengisahkan usaha moke telah membantu keluarganya.

Namun usaha sering menjadi masalah. Pasalnya, moke yang dijual takut disita aparat kalau ada razia. Namun Krensensius mengaku ia tetap berusaha demi menghidup keluarganya.

Hasil Rapid Test Warga Kerumun Saat Kunjungan Kerja Presiden Jokowi di Maumere Negatif

Ia tetap memasak nira dari pohon lontar menjadi moke. Hasil dari memasak moke ia mendapat 20 liter sekali masak.

“Saya jual satu jerigent Rp 700 ribu. Orang biasanya datang beli di tempat saya masak. Saya habis masak orang datang beli lalu jual lagi,” kata Krensensius di tempat masak mokenya di Dusun Brai kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (28/2/2021) sore.

Fenomena Ikan Hiu Mirip Manusia di Rote Ndao NTT Simak Penjelasan Peneliti Ikan dari IPB

Ia mengaku sampai sekarang belum mengetahui kalau moke sudah mendapat ijin dari pemerintah.

“Saya belum tahu kalau pemerintah sudah ijinkan usaha moke. Kalau sudah ada ijin saya senang biar kami usaha terus dan tidak ada masalah lagi,” paparnya.

Ia mengaku senang dengan usaha mokenya bisa membantu keluarga karena sejak lama ia sudah menjadi pemasak moke.

Ia berharap ke depan pemerintah terus memperhatikan usaha moke warga.

Sore itu, Krensensius sedang memasak moke di dalam dapurnya.

Ia terus menyala api lalu memperhatikan tetes air yang keluar dari bambu lalu diisi dalam jerigent.

Ia tampak terus bekerja karena mokenya telah dipesan orang guna dibeli.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)



Sumber Berita