KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Korban hilang akibat bencana banjir bandang dan siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur bertambah satu orang.

“Yang hilang sampai dengan hari ini bertambah satu. Jadi 48 yang hilang,” kata Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (18/4/2021).

Rincian korban hilang yakni, satu di Kupang, dua di Flores Timur, 22 di lembata, tujuh di Sabu Raijua, 13 di Alor, dan tiga di Kupang.

Kemudian dari catatan BNPB, korban jiwa berjumlah 181 orang, yakni enam korban di Kota Kupang, 72 di Flores Timur, 11 di Malaka, 46 di Lembata, masing-masing satu di Rote Ndao dan di Ende. Kemudian, tiga di Sabu Raijua, 28 di Alor dan 12 di Kabupaten Kupang dan satu di Sikka.

Baca Juga: Kementerian ESDM terjunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk pemulihan di NTT

Sementara itu, jumlah korban luka-luka akibat bencana ini mencapai 225 orang terdiri dari 8 di Kota Kupang, 76 di Flores Timur, 53 di Lembata, 3 di Ngada, 34 di Rote Ndao, 25 di Alor dan 26 di Kabupaten Kupang.

Banjir bandang serta tanah longsor akibat siklon tropis seroja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi NTT, pada Minggu (4/4/2021).

Banjir merendam ratusan rumah dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah masih terus mengupayakan penanganan dampak bencana di NTT dan NTB. (Irfan Kamil)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48”

 

Sumber Berita