KPP Pratama Kupang lakukan penyuluhan pajak bagi Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang ( KPP Pratama Kupang) melakukan penyuluhan tentang kewajiban perpajakan bagi pengusaha peternak sapi dan kerbau dalam acara Musyawarah Wilayah Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau ( Muswil HP2SK) Nusa Tenggara Timur, Sabtu (12/6) di Hotel Cendana Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Fungsional Penyuluh Pajak, Jupiter Heidelberg Siburian yang hadir sebagai pemateri menyampaikan manfaat pajak, tata cara perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak. Dia menjelaskan cara penghitungan dan pembayaran pajak, baik dengan cara bersifat Final untuk UMKM maupun dengan cara Pasal 25 UU PPh, sesuai dengan kewajiban para pengusaha peternak sapi. Selama omset penjualan tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu Tahun Pajak, Wajib Pajak masih dapat memilih penggunaan tarif penghitungan penghasilan dengan cara final sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018 maupun Pasal 25. Namun diwajibkan menggunakan Pasal 25 apabila omsetnya telah melebihi batasan tersebut.

Baca juga: Kapolda NTT Beri Sanksi Tegas Terhadap Pelaku Pungli

Baca juga: Luncurkan Travel Pattern 30 Desa Tematik Khas NTT, BPOLBF Ingin Wisatawan Nikmati Kearifan Lokal

Di wilayah kerja KPP Pratama Kupang yang meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Sabu Raijua, peternakan sapi menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat. Namun penerimaan pajak dari sektor tersebut belum optimal.

“Hal ini membuat kami akan terus melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada bapak ibu sekalian jika mengalami kendala dalam melakukan kewajiban perpajakan,” ujar Jupiter seperti tertulis dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Selasa (15/6).

“Bagaimana caranya agar kami membayar pajak hanya ketika mengalami untung? Karena tak jarang hewan yang akan kami jual mengalami kematian sebelum transaksi,” tanya salah seorang peserta penyuluhan. Jupiter pun menjawab bahwa dengan menggunakan metode pembukuan dan perhitungan penghasilan pasal 25, Wajib Pajak dapat mengklaim kerugian sehingga hanya wajib membayar pajak ketika mengalami keuntungan saja.

Baca juga: Polisi Segera Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Rote Ndao

Baca juga: Permalukan Rizieq Shihab Di Muka Persidangan, JPU Sebut Terdakwa Imam Besar Tapi Hanya Isapan Jempol

Pada akhir materi, Jupiter menyampaikan bahwa KPP Pratama Kupang menyediakan layanan konsultasi melalui pesan whatsapp, sehingga wajib pajak tidak perlu datang ke kantor jika ingin berkonsultasi. Layanan pesan whatsapp KPP Pratama Kupang menyediakan sembilan nomor loket.

Dia berharap, penyuluhan singkat tersebut membuat wajib pajak memahami kewajiban perpajakannya, membayar, serta melaporkan pajak sesuai ketentuan dan keadaan wajib pajak yang sebenarnya.

Adapun kegiatan yang diselenggarakan oleh badan pengurus HP2SK tersebut dihadiri oleh anggota HP2SK se-Nusa Tenggara Timur, Kepala Seksi Pengawasan II dan VI KPP Pratama Kupang, serta beberapa Account Representative. Kegiatan tersebut dibuka oleh sambutan dari ketua HP2SK, Decky Budianto. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)



Sumber Berita