Kronologi Kasus Korupsi PLTS Rote Ndao yang Menjerat Kuasa Direktur PT Kencana Sakti

POS-KUPANG.COM|KUPANG–Johanis Mesah, Kuasa Direktur PT Kencana Sakti Kupang akhirnya ditangkap tim Tabur Kejati NTT di kediaman orang tuanya di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (23/3/2021).

Johanis masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejati NTT setelah divonis empat tahun penjara dalam kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kabupaten Rote Ndao tahun 2014 lalu.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim mengatakan, penangkapan buron Kejari Rote Ndao itu dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen, Asbach, SH. 

Menurut dia, dalam kasus itu terpidana Johanis Mesah selaku  Kuasa Direktur PT. Kencana Sakti Kupang bersama Daniel Zacharias yang saat itu sebagai Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (PA/PPK) menyetujui pemenang pelelangan PT. Kencana Sakti Kupang dan tidak mengupload ke sistem LPSE. 

Dalam proses sertifikasi UI dari BPPT Modul Surya, keduanya bekerjasama dengan Anthonius Soruh selaku ketua panitia Pokja Pedoman Pengadaan Barang/Jasa. Proses pengadaan PLTS terpusat itu, kata dia, terdapat kekurangan daya PLTS dari 15 Kwp menjadi 12 Kwp. Akibat perbuatan terdakwa, negara mengalami keuangan daerah sebesar Rp. 800.000.000.

“Kasus ini dilaporkan pada 22 Desember 2017,” ujar Abdul kepada wartawan, Selasa (23/3/2021).

Ia mengatakan, dalam amar putusan kasasi, majelis hakim menyatakan terdakwa Johanis Mesah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

Majelis hakim kemudian menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama empat tahun. Terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp. 200 juta subsidair enam (6) bulan kurungan.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan dimana terdakwa diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 607. 947. 512, 65, dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap, maka seluruh harta terdakwa akan disita untuk dilelang guna menutupi kerugian keuangan negara. Apabila itupun tidak mencukupi, maka akan ditambah dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Menurut dia, dalam kasus ini terpidana telah menitipkan uang kompenisasi kepada jaksa penuntut umum sebesar Rp. 169. 500. 000, sehingga kerugian keuangan negara menjadi 438. 497. 512, 65.

Baca juga: Kejati NTT Tangkap DPO Terpidana Korupsi PLTS Rote Ndao

Baca juga: Kasus PLTS Rote Ndao, Terdakwa Johanis Mesah di Jerat 4 Tahun Penjara

“Terpidana sudah dimasukan ke Lapas Kelas II B Kupang,” tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 



Sumber Berita