POS-KUPANG.COM | BORONG – Ada 13 daerah tertinggal di NTT berdasarkan keputusan Peraturan Presiden No 63 Tahun 2020 menyebutkan tahun 2020-2024 ada 13 kabupaten di NTT yang masih menjadi daerah tertinggal dengan berbagai kriteria . 

Ke-23 kabupaten itu yakni Kupang, TTS, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Alor, Lembata dan Kabupaten Manggarai Timur.

Terkait dengan Kabupaten Manggarai Timur masuk daerah tertinggal, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur Heremias Dupa ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (4/12/2020) mengatakan, bahwa untuk keluar dari status daerah tertinggal, maka pertama tentu fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Lima Hari Pasca Erupsi Ile Lewotolok, Ikan-Ikan Beterbangan ke Darat di Pelabuhan Lewoleba

Menurut Heremias, berbicara SDM tentu berbicara tentang indeks pembangunan manusia (IPM), maka dilihat dari kualitas kesehatan dan pendidikan. Maka perlu penambahan jumlah fasilitas dan sarana prasarana kesehatan, begitu juga dengan pendidikan, selain akses juga mutu pendidikan juga harus dikembangkan.

Baca juga: Promo KFC 4-6 Desember 2020, Diskon 50 Persen Berlaku di Seluruh Store KFC Indonesia, Di Kupang?

“Termasuk juga penurunan angka stunting,”ungkap Heremias.

Selain kualitas kesehatan dan pendidikan, kata Heremias juga perlu didukung dengan bidang ekonomi dengan dilakukan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekonomi unggulan dan juga peternakan. Dan juga peningkatan infrastruktur yakni yang paling dasar atau diutamakan adalah infrastruktur jalan.

“Tentu dengan harapan melalui program target 10 kilometer perkecamatan itu tetap menjadi program prioritas supaya kualitas ekonomi masyarakat semakin baik, sehingga pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran perkapita juga ikut berkembang dan naik. Jika ini terjadi, maka kita bisa keluar jadi daerah tertinggal,”ungkap Heremias.

Menurut politisi muda PAN ini, memang banyak variabel untuk daerah tertinggal, namun yang paling penting adalah tidak menurunkan semangat pemimpin sebagai pengambil kebijakan dan DPRD dengan merasah bahwa Manggarai Timur adalah daerah benar-benar daerah tertinggal. Namun, perlu dilihat adalah indikatornya atau variabel-variabel daerrah tertinggal.

“Yang paling penting adalah infrastruktur, SDM dan pertumbuhan ekonominya. Kita terus bekerja dan berjuang untuk keluar dari daerah teringgal, tetapi yang paling penting adalah kita punya target RPJMD itu jika terwujud atau tercapai, saya pikir kita bisa keluar dari zona daerah tertinggal nanti,”ungkap Heremias.

Heremias juga mengharapkan agar pada tahun 2023 Kabupaten Manggarai Timur sudah bisa keluar dari status daerah tertinggal

“harapan di Tahun 2023 Manggarai Timur sudah keluar dari zona daerah tertinggal, sebab masih banyak sarana prasarana seperti di kesehatan, pendidikan dan infrastruktur jalan yang perlu dibenahi, jika semuanya sudah tentu sudah bisa keluar dari daerah tertinggal,”pungkas Heremias. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)



Sumber Berita