Merdeka.com – Mayat lelaki tanpa identitas yang ditemukan dalam karung di sungai bawah jembatan Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur diduga korban pembunuhan.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro menyebut berdasarkan hasil autopsi yang dipimpin dokter forensik RSUD Langsa, ditemukan sejumlah tanda bekas tindak kekerasan di bagian tubuh korban, salah satunya pada bagian punggung dengan dua bekas luka tusukan.

“Korban tanpa identitas ini diperkirakan usianya antara 30 sampai 40 tahun dengan tinggi badan 162 sentimeter, dan wajah mayat sudah sulit untuk dikenali,” katanya kepada jurnalis, Rabu (21/7).

Dia menjelaskan, saat autopsi juga ditemukan fakta bahwa mayat itu dalam keadaan terikat tali di bagian leher, tangan, dan kaki.

Eko Widiantoro menduga, korban dibunuh terlebih dahulu kemudian diikat lalu dimasukkan ke dalam karung. Selanjutnya, dibuang ke sungai dan diberi pemberat agar korban tenggelam dengan maksud menghilangkan jejak.

“Perkiraan waktu kematian korban lebih dari satu minggu lalu,” ujarnya.

Polisi, tutur Eko, mengamankan beberapa barang bukti di antaranya selembar baju bertuliskan Homeland Pekanbaru of Melayu Riau, satu singlet, dan satu celana jins panjang merek Pergio warna hitam.

“Diharapkan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan tanda-tanda tersebut di atas dapat berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Aceh Timur,” pungkasnya. [bal]



Sumber Berita