Rote Ndao: Kehadiran jaringan internet di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan berjuta manfaat bagi masyakarat. Selain dapat meningkatkan promosi pariwisata, jaringan internet juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan seni tari kepada masyarakat luas.
 
Ada beragam jenis kesenian tari di pulau tersebut. Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, jenis kesenian tari yang ada terdiri dari tarian te’orenda dan lagu te’o renda, tari kaka musuh, tari tae benuk, tari dan lagu ovalangga, dan tari sakaliti.
 
Upaya untuk mengenalkan seni tari dilakukan oleh generasi muda. Dia adalah Menthary Suek. Kecintaan terhadap kesenian tari asal daerahnya sangat besar. Thari, yang juga berperan sebagai penari, memperkenalkan kesenian tari daerahnya melalui YouTube.




Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Melalui channel YouTube, Thari mengenalkan beberapa tari khas Rote sambil memberikan tutorial gerakan. Dia ingin para penontonnya tidak hanya sekadar mengetahui saja, namun juga bisa mengenali kesenian tari itu lebih mendalam, khususnya bagi anak muda.
 
Alasan YouTube menjadi pilihan medium untuk mengenalkan kesenian tari Rote karena memiliki manfaat jangka panjang. Anak-anak muda yang di bawah usianya diharapkan bisa menonton channelnya jika sedang ingin belajar tari.
 
“Di YouTube tersimpan lebih lama. Bisa dua tahun, tiga tahun, bahkan lima tahun ke depan. Mungkin (berguna) pada zaman itu, bagi orang yang mulai menari lagi, atau mencari tahu tari yang asli,” ujar Thari, pada program BAKTI untuk Negeri di Metro TV.
 
Thari bersyukur bahwa jaringan internet saat ini lebih lancar dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Jaringan internet sudah terasa lancar sejak antara periode 2014 dan 2015.
 
“Dulu, untuk muncul dua bar sinyal perlu ke tempat-tempat khusus. Digantung di tempat tertentu supaya bisa komunikasi. Pada 2016-2017 hingga sekarang, sudah banyak orang yang aktif menggunakan media sosial,” ujarnya.
 
Sebagai penari, Thari sudah menggelutinya sejak 2012 ketika masih duduk di bangku kelas 4 SD. Beberapa lomba tingkat kecamatan dan kabupaten pernah diikutinya. Hingga akhirnya dia tampil pada pentas yang lebih besar, yakni pada Hari Aksara Internasional dan Wonderful Indonesia di Jakarta pada 2013.
 
“Wonderful Indonesia akan diingat terus, karena pertama kali tampil di panggung besar. Selain itu jadi pengalaman pertama kali juga keluar dari NTT,” kata Thari.
 
Upaya Thari untuk mengenalkan kesenian tari kepada masyarakat luas tidak lepas dari dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo yang telah membangun menara BTS untuk menghadirkan sinyal. Hal ini tentunya mendukung masyarakat Rote berkarya melalui kebebasan ekspresi untuk mengenalkan identitas wilayahnya.
 
“Sekarang kan era transparansi, terbuka, dan sudah mendunia. Dengan adanya media soial itu, bisa dikenal di mancanegara untuk budaya Rote. Sudah tentu kalau kita mau promosikan lewat internet, seperti YouTube dan Instagram,” kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Rote Ndao Welhelmus Mooy.
 
(ROS)



Sumber Berita