Menyambut Hari Raya Imlek: Kelenteng Tertua ‘China Benteng’ Boen Tek Bio

POS-KUPANG.COM – KELENTENG tertua di Pasar Lama, Tangerang, Boen Tek Bio memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting khususnya permukiman Tionghoa Benteng di Tangerang. Bangunan Kelenteng Boen Tek Bio berlokasi di Jalan Bhakti Nomor 14 Kota Tangerang, Banten. Dulunya, bangunan itu hanya sebuah rumah pada 1684 oleh seorang tuan tanah.

Boen Tek Bio menjadi bagian penting sejarah, khususnya permukiman Tionghoa Benteng di Tangerang. Pada 1844, seorang ahli bangunan didatangkan dari Tiongkok. Sang ahli merenovasi rumah si tuan tanah menjadi kelenteng.

Agnez Mo: Asmara Beracun

Alunan asap hio di Kelenteng Boen Tek Bio Tangerang melambai indah dari ujung batang-batang hio yang tengah terbakar. Batang hio yang membara dan berasap itu ditancapkan pada hiolo setelah selesai dipakai untuk sembahyang.

Bentuk asap yang membubung dari hio konon bisa memberi petunjuk tentang diterima langsung atau tidaknya permintaan dari orang yang membakarnya.

Di awal abad ke 18 kaum Tionghoa menyebut Tangerang dengan nama “Boen-Teng”, sehingga orang Tionghoa yang tinggal di sana disebut sebagai Cina Boen Teng, yang lama kelamaan sebutan itu kemudian berubah menjadi Cina Benteng.

Berniat Mencari Ikan, Warga di Rote Ndao Malah Dapat Buaya

Berbagai aksesori yang ada di kelenteng Boen Tek Bio ini, mulai dari tempat sembahyang, papan, serta yang lainnya, berasal dari Cina. Seperti lonceng besar yang terdapat di bagian depan klenteng. Lonceng ini dibuat perusahaan pengecoran Ban Coan Lou di Cina pada tahun 1835.

Selain itu, masih di bagian depan, ada pula dua Singa Batu (Cioh Sai) yang dibuat pada tahun 1827, tepatnya di area ruang utama persembahyangan, tempat para dewa-dewi bersemayam.

Nama Boen Tek Bio memiliki makna tersendiri. “Boen” memiliki arti intelektual, “tek” berarti kebajikan, sementara “bio” berarti tempat ibadah. Secara etimologi, “boen tek bio” berarti tempat bagi umat manusia untuk menjadi insan yang penuh kebajikan dan intelektual.

Di ruang utama kelenteng tersebut, terdapat patung Hok Tek Tjen Sien, yaitu Dewa Bumi. Di depan pintu masuk, terdapat pula patung Bi Lek Hud atau Mi Le Fo, yang berarti Yang Maha Pengasih dan Penolong.



Sumber Berita