Kupang: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur selama 2021 ini tengah fokus kepada tiga faktor yang dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata di provinsi berbasis kepulauan itu di tengah pandemi covid-19.
 
“Fokus kita pada 2021 ini ada tiga untuk peningkatan sektor pariwisata di NTT,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT I Wayan D, dikutip dari Antara, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Hal ini disampaikan berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata di NTT di tengah pandemi covid-19 yang sampai dengan saat ini belum juga mereda kasusnya.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wayan menyebutkan tiga hal yang menjadi fokus pemerintah NTT untuk peningkatan sektor pariwisata itu antara lain, peningkatan “Attraction, accommodation, accessibility, amenitas, awareness (5A) dan penetapan standar “Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE)”.
 
Wayan yang pernah menjabat sebagai kepada Bappeda NTT ini juga mengatakan khusus untuk 5A bagian dari upaya pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kreatif para pelaku UMKM di NTT.
 
Kemudian yang kedua adalah peningkatan tata kelola pariwisata estat dan dibangun kembali serta diperbaikinya 20 rumah adat di 20 kabupaten/kota dengan memberikan dukungan berupa pelatihan.
 
“Kemudian juga ada pembangunan dua lokasi pariwisata baru di NTT yakni tersebar di desa Oeseli Kabupaten Rote Ndao dan juga di Wae Rebo Kabupaten Manggarai,” tambah dia.
 
Sementara yang terakhir adalah pengembangan sumber daya manusia pariwisata seperti pelatihan bahasa Inggris, pelatihan diving, pelatihan tata kelola destinasi wisata, sampah dan sertifikasi tenaga industri pariwisata.
 
Lebih lanjut ia menambahkan tiga fokus itu dilakukan juga sebagai bagian dari mempersiapkan pariwisata NTT untuk kemudian bisa dipromosikan kepada dunia internasional ketika NTT khususnya Labuan Bajo menjadi tuan rumah KTT G20 nanti yang direncanakan pada 2023.

 
(SAW)



Sumber Berita