POS-KUPANG.COM – MANAJEMEN PT Pegadaian memberikan keringanan kepada nasabah yang terdampak bencana badai Siklon Tropis Seroja di NTT. Keringanan diberikan berupa penundaan waktu lelang, baik Gadai Konvensional (KCA) maupun Gadai Syariah (Rahn).

“Jadi, yang sebelumnya itu tanggal mulai lelang itu kreditnya tanggal 18 April, 3 Mei dan 18 Mei, cut off menjadi tanggal 18 Juni 2021. Itu yang gadai konvensional (KCA),” kata Vice President Pegadaian Area Kupang, Imam Subekti kepada wartawan di kantornya, Senin (3/5/2021).

Untuk Gadai Syariah (Rahn) pada tanggal 13 dan 23 April, serta tanggal 3, 13 dan 23 Mei, tanggal cut off mundur ke tanggal 13 Juni 2021.

Ada juga kelonggaran selama tiga bulan ke depan untuk produk Non Gadai seperti Kreasi, Krasida, Arrum, Arrum Emas, Arrum Haji, Arrum BPKB, dan angsuran pembelian logam mulia. Ketentuannya tentu saja kredit aktif sampai tanggal 27 April 2021.

Baca juga: Ini Data Keseluruhan Korban Keracunan Pangan di Nggalak Leleng, Manggarai Timur

Baca juga: Kolaborasi 1.018 Komunitas Indonesia Timur Area Deklarasikan Program TAGANA KITA

“Diberi kelonggaran tiga bulan tanpa dikenakan denda. Tapi, bukan mengurangi jumlah angsuran. Misalkan perjanjian angsuran 24 bulan ya tetap dibayar 24 bulan,” tandas Imam.

Ia mencontohnya bulan lalu pas tanggal 27 April itu angsuran ke-11. Maka, bisa ditunda angsuran ke-11 dan berikutnya mulai tiga bulan yang akan datang. “Jadi, bulan Juli,” sebutnya.

Adapun keringanan ini diberikan untuk Pegadaian Area Dompu, Pegadaian Area Ende, dan Pegadaian Area Kupang. Artinya, keringanan diberikan hanya pada kota dan kabupaten terdampak.

Untuk Pegadaian Area Kupang sendiri, keringanan ini berlaku di outlet Pegadaian di Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTU, Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Alor.

Baca juga: Maia Estianti Tersinggung Ucapan Psikolog Soal Artis Suka Pamer Kekayaan, Ini Kata Eks Ahmad Dhani

Baca juga: Sifon Dalam Budaya TTS Berisiko Penyakit Menular Seksual (Bagian-2)

Untuk Area Ende berlaku di Ende, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Prailiu, Ruteng, Waikabubak, Waingapu, Waitabula, dan Wolowona.

Sebelumnya, Pegadaian melalui Satgas BUMN telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana akibat badai Siklon Tropis Seroja. Bantuan dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) BUMN telah tersalurkan ke masyarakat dengan akumulasi donasi lebih kurang Rp 15 miliar.

Dari jumlah tersebut, lanjut Imam, ada yang telah dikirimkan BUMN langsung ke lokasi terdampak dan ada yang melalui satgas. Jumlah bantuan yang disalurkan melalui Satgas BUMN lebih kurang Rp 500 juta.

Imam menjelaskan, baik bantuan dalam bentuk CSR dan keringanan penundaan waktu lelang ini merupakan rasa prihatin dari manajemen Pegadaian atas bencana yang telah terjadi.

Selain itu, kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan modalnya dan lainnya dengan memercayai Pegadaian. “Kami berharap, apa yang kami berikan bisa sedikit membantu meringankan beban moril masyarakat yang terdampak banjir bandang dan siklon tropis seroja,” imbuh Imam.

“Kami juga ingin memberikan apresiasi dan kepercayaan lebih terhadap masyarakat, bahwa Pegadaian tak hanya sebagai lembaga bisnis, tapi juga ada orientasi sosial di dalamnya, sebagai rasa empati dan simpati dari kami terhadap masyarakat,” ujar Imam. (intan nuka)

Berita PT Pegadaian



Sumber Berita