POS-KUPANG.COM, KUPANG –  Pengadilan Federal  Sydney, Australia, memenangkan gugatan 15.800  petani rumput laut asal NTT  pada Sabtu (19/3/2021) siang.  

Gugatan ini  ditujukan kepada PTTEP Australasia yang lalai hingga mengakibatkan tragedi tumpahan minyak pada Kilang Montara tahun 2009 lalu.

“Hakim tunggal  David Yates memutuskan dengan seadil-adilnya atas kasus tumpahan minyak Montara yang merugikan masyarakat di pesisir laut NTT,” kata Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, Ferdi Tanoni di Kupang, Jumat (19/3/2021).

Ferdi menyebutkan bahwa kasus ini sudah berlangsung 12 tahun lalu. Perjuangan yang tak ringan yang menguras tenaga, airmata, waktu dan modal yang tidak sedikit. 

Karena itu Ferdi menyampaikan terima kasih kepada Pengadilan Federal Sydney  yang telah melihat persoalan ini dengan sangat obyektif sekaligus memihak kepada masyarakat di Timor bagian Barat ini. 

Masyarakat yang rata-rata para nelayan ini mengalami kerugian secara ekonomi yang tidak sedikit. Karena itu Ferdi terus memerjuangkannya hingga mendapatkan hasil ini.

Ferdi mengatakan, dalam sidang yang dihadiri pengacara Ben Slade dari Maurice Blackbun, masyarakat NTT diwakili oleh  Daniel Sanda, seorang nelayan dari Pulau Rote Ndao. Daniel adalah korban dari tumpahan minyak Montara ini. 

“Daniel mewakil 15.800 masyarakat NTT yang mengalami kerugian akibat tumpahan minyak  yang merusak ratusan hektar budidaya rumput laut. Pun memengaruhi kesehatan masyarakat NTT,” kata Ferdi yang mengatakan jika terjadi banding atas kasus ini ia yakin para nelayan di celah Timor ini akan menang.

Dengan kemenangan itu kata Ferdi, maka Daniel Sanda mendapatkan  ganti rugi kurang lebih Rp 500 juta. Sisanya sebanyak 15 ribu orang lebih masih dihitung berapa taksasi dana yang akan didapatkan per orang nanti dari PTTEP.

Untuk diketahui,  kasus meledaknya  anjungan minyak Montara di Laut Timor pada 21 Agustus 2009, menimbulkan pencemaran minyak  mentah. Masyarakat NTT yang menjadi korban pencemaran itu mengajukan gugatan tuntutan ganti rugi kepada pemerintah Federal Australia di PBB sebesar  Rp 209,3 triliun.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin)

Baca juga: Wagub NTT, Josef Adrianus Nae Soi  : Awal April Mulai Penerbangan Reguler ke Pantar

Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni
Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni (POS KUPANG.COM/ISTIMEWA)



Sumber Berita