INDOZONE.ID – Pengadilan Tinggi Federal Australia di Sydney akhirnya memenangkan masyarakat NTT, Indonesia, terkait kasus pencemaran Laut Timor.

Laut Timor sudah tercemar sejak tahun 2009 gara-gara tumpahan minyak dari kilang PTTEP Australasia.

“Rakyat NTT menang dalam perkara pencemaran Laut Timor di Pengadilan Federal Australia di Sydney sudah memberikan putusan atas perkara ini,” kata Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni, dilansir dari Antara, Sabtu (20/3/2021).

Sejak pencemaran Laut Timor terjadi sekitar 12 tahun yang lalu, warga terus menuntut PTTEP Australasia memberikan ganti rugi kepada nelayan di wilayah Pulau Timor, Rote, Alor, dan sebagian Flores.

“Jadi kurang lebih untuk perkaranya kami perjuangkan selama 4 tahun di Pengadilan Tinggi Federal Australia,” tambah Ferdi yang juga Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara itu.

Dalam sidang, 15.800 warga NTT diwakili oleh Daniel Sanda seorang nelayan dari Rote Ndao yang memang merasakan langsung dampak dari pencemaran laut Timor tersebut.

Dia mengatakan tumpahan minyak dari kilang minyak Montara merusak ratusan hektar budidaya rumput laut bahkan mempengaruhi kesehatan nelayan di NTT.

Minyak tumpah tersebut mencemari 90 ribu km persegi. 70-80 persen wilayah yang tercemar berada di wilayah Indonesia dan berdampak pada kerusakan lingkungan.

Akibatnya, 13 kabupaten dan kota di NTT merasakan dampak parah dari pencemaran. Mata pencaharian ratusan ribu warga terganggu, puluhan orang meninggal, banyak yang sakit, puluhan ikan paus terdampar, ratusan ekor ikan mati, dan terumbu karang hancur.

Hasil persidangan, Daniel Sanda mendapat ganti rugi sekitar Rp500 juta. Untuk 15.800 warga lainnya masih dihitung berapa kerugian per orang yang harus dibayarkan PTTEP.

Kemenangan ini disebut tidak terlepas dari bantuan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pendjaitan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada pak Menko Maritim pak Luhut Binsar Pendjaitan yang selama ini membantu kami dalam hal penyelesaian perkara ini,” tambah dia.

Artikel Menarik Lainnya:



Sumber Berita