LABUAN BAJO TERKINI– Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BOPLF) siap memfasilitasi para petani kopi Manggarai yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kopi Jahe Mangggarai (AFEKAM) dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Arabika Flores Manggarai (MPIG) untuk belajar atau studi banding pada empat kota di Pulau Jawa.

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara dengan Kasus Kematian Anak Tertinggi Akibat Covid 19 di Asia Tenggara

Terkait hal ini, Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina sangat berharap melalui kegiatan ini para peserta nantinya dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya yang mereka bisa terapkan nanti saat pulang dari lokasi studi banding.

“Di sini kita sama-sama belajar, semoga materi dan diskusi yang telah dipaparkan bisa menjadi ilmu untuk kita semua sehingga setelah pulang nanti, kami bisa bergerak bersama dan juga berbagi peran dalam mengembangkan agro wisata kopi di Labuan bajo Flores. Dengan benchmarking ini, harapannya para peserta dapat membawa pulang banyak ilmu yang nantinya dapat diterapkan,” ungkap Shana.

Baca Juga: Judi di Kantor, Anggota DPRD dan Oknum Wartawan di Rote Ndao Dibekuk Polisi
Romo Tarsi Syukur yang menjadi salah satu anggota AFEKAM menjelaskan, keempat kota di Pulau Jawa tersebut yakni, Magelang, Yogyakarta, Banyuwangi dan Jember. Keempat kota tersebut layak dijadikan tempat untuk studi banding untuk meningkatkan kualitasi SDM Petani Kopi, khususnya terkait pengelolahan dan budidaya kopi serta pemasaran hasil pasca panen.

“Kami ini merupakan gabungan dari berbagai organisasi petani kopi dan jahe yang ada di Manggarai Raya. ‘Kami diundang oleh BOPLBF untuk melaksanakan studi banding di empat kota di pulauJawa,” katanya.

 

Menurut Romo Tarsi, upaya yang dilakukan BOPLF ini akan membantu para petani kopi di Manggarai untuk mengatasi beberapa hal yang sering menjadi masalah bagi para petani kopi selama ini. Melalui studi ini juga para petani kedepan bisa menghasilkan kualiatas hasil panen kopi yang memiliki nilai jual tinggi.

 



Sumber Berita