KUPANG, KOMPAS.com – Pemerintah daerah di 16 kabupaten dan satu kota di Nusa Tenggara Timur (NTT), telah merampungkan data validasi rumah warga yang rusak akibat Badai Seroja yang menerjang wilayah itu awal April 2021 lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT Isyak Nuka mengatakan, data yang dihimpun dari semua daerah yang terdampak bencana, tercatat sebanyak 52.793 rumah rusak.

Rumah yang rusak itu tersebar di 16 kabupaten dan Kota Kupang,” ujar Isyak saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/5/2021) siang.

Baca juga: Hunian Tetap Berteknologi RISHA untuk Korban Bencana NTT Mulai Dibangun

Isyak memerinci, 52.793 unit rumah itu terdiri dari 6.336 rumah rusak berat, 6.806 rumah rusak ringan dan 39.651 rumah rusak ringan.

Rumah warga yang paling banyak rusak, berada di Kota Kupang yakni sebanyak 12.692 unit, dengan rincian 733 rusak berat, 869 rusak sedang dan 11.090 rusak ringan.

Disusul kemudian Kabupaten Kupang sebanyak 11.884 rumah, selanjutnya Rote Ndao sebanyak 8.760 rumah, Sabu Raijua 7.231 rumah, Malaka 3.727 rumah, Alor 2.316 rumah dan Sumba Timur 2.174 rumah.

Selanjutnya Kabupaten Ngada 2.015 rumah, Lembata 619 rumah, Flores Timur 460 rumah, Timor Tengah Selatan 342 rumah, Timor Tengah Utara 227 rumah, Ende 106 rumah, Manggarai Barat 87 rumah, Manggarai Timur 69 rumah, Sumba Barat 46 rumah dan Belu 38 rumah.

Baca juga: Pemkab dan Pemkot di NTT Diminta Segera Validasi Data Kerusakan Rumah akibat Bencana

“Semua data rumah-rumah penduduk yang rusak itu sudah dikirim Pemerintah NTT kepada BNPB,” kata Isyak.

Isyak menyebut, sejak Jumat (3/4/2021) pukul 24.00 WITA, posko penanggulangan bencana siklon tropis seroja di NTT sudah menutup penerimaan laporan data kerusakan dari kabupaten dan kota.

“Hingga saat ini, kami masih tunggu data validasi lagi dari BNBP,” tuntas dia.

Sumber Berita