POS-KUPANG.COM – Sebagian besar wilayah NTT mengalami dampak kerusakan yang luar biasa dihantam Badai Seroja. Badai dahsyat ini telah menimbulkan korban, baik itu korban jiwa maupun korban harta benda termasuk kerusakan rumah warga. Ada rumah yang rusak ringan, sedang maupun berat.

Badai telah berlalu dan sekarang ini sudah masuk dalam masa pasca bencana dimana pemerintah telah memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Salah satu bantuan yang dijanjikan pemerintah adalah bantuan perumahan.

Pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat mulai memberikan bantuan untuk pembangunan perumahan di beberapa wilayah terutama di Kabupaten Lembata, Adonara Flotim dan Kota Kupang.

Untuk di Lembata, pemerintah pusat melalui tim survei dari PT Adhi Karya sudah melakukan pengukuran lahan di kawasan Waesesa, Kecamatan Ile Ape untuk relokasi warga Desa Tanjung Batu. Acara seremonial adat dilakukan di tanah relokasi oleh keluarga Suku Lamataro yang menghibahkan tanah seluas 3,5 hektar tersebut, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Ingat Martunis Anak Angkat Ronaldo? Begini Nasibnya Kini, Disebut Jadi Kader Demokrat, Benarkah?

Baca juga: Mati Listrik dan Nomophobia

Surveyor PT Adhikarya, Feri Irawan, menjelaskan sebanyak 700 unit rumah bagi korban bencana akan didirikan di lahan Waesesa dengan target 4 bulan pengerjaan.
Rumah bagi korban bencana itu merupakan model Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dari Kementerian PUPR dengan tipe 36.

Di satu pihak kita perlu memberikan apresiasi kepada pemerintah karena sangat cepat untuk tanggap bencana. Program ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan diharapkan bangunan yang dihasilkan adalah bangunan yang berkualitas.

Namun perhatian serupa juga diharapkan diberikan juga pada banyak wlayah lain yang juga mengalami kerusakan parah misalnya di Alor, Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Sumba Tmur maupun Malaka dan daerah lainnya.

Baca juga: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana Periksa Kesehatan Warga Pulau Kera

Baca juga: Gempa Bumi 4.2 SR Terjadi di Kodi- Sumba Barat Daya

Beberapa daerah ini juga mengalami dampak dari bencana yang cukup parah. Masyarakat di daerah -daerah ini juga membutuhkan uluran tangan dari pemerintah karena tidak semuanya mampu untuk menangani sendiri perbaikan rumahnya.

Bisa dilihat masih banyak rumah yang beratapkan langit karena tidak mampu membeli seng, kayu dan lainnya. Ada juga daerah yang mengalami longsor sehingga mereka harus mengungsi karena kehilangan rumah mereka atau juga tidak dapat dihuni lagi.

Keadilan dalam distribusi bantuan dan perhatian pemerintah juga sangat didambakan warga di luar daerah yang selama ini menjadi perhatian utama penanganan bencana. Rasa kecemburuan bisa saja muncul pada sebagian warga ketika merasa daerahnya atau wilayahnya lambat diperhatikan pemerintah.

Warga memang cukup dikuatkan ketika beberapa hari pasca bencana mendapat harapan dari informasi yang beredar bahwa pemerintah pusat akan membantu untuk rumah yang rusak berat senilai Rp 50 juta, rumah yang rusak Rp 25 juta dan ringan Rp 10 juta. (*)

Kumpulan Salam Pos Kupang



Sumber Berita