Sudah hampir sebulan, ratusan nelayan di Kota Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur tidak melaut pasca Badai Seroja, karena perahu dan bagan milik nelayan rata-rata rusak berat.

Oleh KORNELIS KEWA AMA

· 1 menit baca


KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

Ketua Komunitas Nelayan Angsa Laut Kelurahan Oesapa Kota Kupang Muhammad Mansyur Doking alias Dewa berdiri disamping mesin kapal bagan miliknya yang rusak, di Kupang, Senin (26/4/2021). Ia menunjukkan lima unit yang sedang rusak tenggelam di laut, diterjang Badai Seroja.

KUPANG, KOMPAS – Ratusan nelayan di Kota Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur belum melaut pasca Badai Seroja menerjang, karen perahu dan bagan milik nelayan umumnya mengalami kerusakan parah. Kendati demikian data kerusakan perahu nelayan dan alat tangkap sampai hari ini belum disampaikan ke Pemerintah Provinsi NTT.

Ketua Komunitas Nelayan Angsa Laut Oesapa Kota Kupang Muhammad Mansyur Doking di Kupang, Senin (26/4/2021) mengatakan, sejak kejadian 3-5 April 2021, Badai Seroja menimpa perkampungan nelayan di bibir Pantai Oesapa, belum satu pun petugas Pemkot Kupang mengunjungi mereka. Padahal dampak dari bencana badai bukan hanya pemukiman nelayan Oesapa tetapi di Oeba dan Namosain, sebagai  pemukiman nelayan terbesar di Kota Kupang.

Sumber Berita