Realisasi penerimaan pajak KPP Pratama Kupang tahun 2020 mencapai Rp 1,135 Triliun

POS-KUPANG.COM ǀ KUPANG – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang mencapai penerimaan pajak tahun 2020 sebesar Rp1,135 triliun.

Capaian ini menyentuh angka 95,48 persen dari target Rp1,189 triliun di tahun 2020 dan melebihi capaian penerimaan nasional sebesar 89,42% atau sebanyak Rp1.072,02 triliun.

Baca juga: Unit Jatanras Polres Manggarai Berhasil Bekuk JK Terduga Pelaku Curanmor di Waso

“Walaupun secara nominal penerimaan menurun akibat pandemi covid-19, namun secara capaian  penerimaan pajak ini merupakan capaian penerimaan pajak terbaik KPP ini dalam lima tahun terakhir,” ungkap Kepala KPP Pratama Kupang, Moch Luqman Hakim dalam rilisnya yang diterima POS-KUPANG.COM, Senin (25/1/2021).

Dari capaian penerimaan pajak KPP Pratama Kupang tersebut, Kota Kupang memiliki kontribusi terbesar yaitu 69,76 persen atau sebesar Rp792 miliar, diikuti Kabupaten Kupang sebesar 7,29 persen atau Rp82,7 miliar.

Selanjutnya,  Kabupaten Alor sebesar 7,18 persen atau Rp81,5 miliar, serta Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua yang secara berurutan memberi kontribusi 5,80 persen dan 3,85 persen atau Rp 65,8 miliar dan Rp 43,6 miliar.

Baca juga: Partai Hanura Sumba Timur  Dukung dan Kawal Pemerintahan Khris Praing-David Melo Wadu

Capaian Penerimaan Pajak KPP Pratama Kupang 2020 ini merupakan yang terbesar di wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Nusa Tenggara yang meliputi provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dari 11 KPP dibawah Kanwil DJP Nusa tenggara, KPP Pratama Kupang menyumbang 22,63 persen atau lebih dari seperlima capaian penerimaan Kanwil DJP Nusa Tenggara sebesar Rp5,015 triliun.

Luqman menjelaskan, berbagai tantangan pun dihadapi KPP Pratama Kupang, antara lain wilayah geografis pengawasan area yang berpulau-pulau sehingga mengakibatkan cost of compliance dan cost of collection tinggi; konektivitas internet yang masih lambat di beberapa wilayah yang menghambat pembuatan billing, sehingga banyak bendahara harus pergi ke kantor pos atau kantor pajak terdekat untuk cetak billing; presisi alamat korespondensi di NTT yang belum optimal yang mengakibatkan tidak sedikit produk hukum yang tidak sampai kepada wajib pajak.

Adapun selama tahun 2020, KPP Pratama Kupang gencar menyosialisasikan insentif pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah berupa penyuluhan jarak jauh, bimbingan teknis, konsultasi langsung melalui layanan daring dan melakukan publikasi secara masif melalui media cetak, online dan media sosial milik KPP Pratama Kupang.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Wajib Pajak, Forkompinda, dan Stakeholder KPP Pratama Kupang. Berkat dukungan dan bantuan bapak ibu dan saudara sudara semua, kami bisa menjalankan tugas dan fungsi kami dengan baik dan lancar. Tentu saja segala pencapaian ini tidak lepas dari dukungan bapak ibu dan saudara saudara sekalian,” tutup Luqman. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)



Sumber Berita