JAKARTA, KOMPAS.com – Vokalis D’MASIV, Rian Ekky Pradipta, turut berduka atas bencana yang menimpa warga Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat dampak dari badai tropis siklon seroja.

Bersama perwakilan Yayasan Jangan Menyerah Indonesia, Rian menyempatkan terbang ke NTT sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama dan kepedulian, terutama kepada anak-anak yang menjadi korban dan biasanya butuh perhatian lebih khusus.

Setiap kali terjadi bencana, Rian lebih memikirkan nasib anak-anak karena mereka generasi penerus masa depan bangsa.

Baca juga: Gitar Rian DMasiv Dilelang Rp 200 Juta untuk Bantu Korban Bencana Alam

Rian mengatakan, setibanya di NTT, ia langsung menuju ke Rote Ndao untuk meninjau pengungsi di sana yang terbilang dampak bencananya paling parah.

Kedatangannya disambut Vicoas Amalo, yang merupakan Raja dari Kerajaan Termanu, Rote Ndao.

“Sengaja kami datang di titik-titik lain yang belum terekspos dan memiliki korban yang tidak sedikit juga selain Adonara yang kemarin telah didatangi presiden,” ujar Rian dalam keterangan tertulis, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Rian DMASIV Lelang Gitarnya untuk Bantu Anak-anak Korban Bencana Alam

Rian membantu korban dengan membawa kebutuhan khusus anak, obat-obatan, makanan, dan susu. Ia juga memberi sedikit penghiburan kepada korban yang mengungsi.

Usai berkunjung ke Rote Ndao, Rian D’Masiv kemudian mendatangi Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Siklon Tropis Seroja di Aula El Tari untuk bertemu dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Setelah mendapatkan berbagai penjelasan dari instansi terkait, Rian beserta warga dan seluruh tamu undangan yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu “Jangan Menyerah” untuk memberikan semangat kepada sesama.

Baca juga: Rian DMASIV Ditolak Cinta dan Terciptanya Lagu Cinta Ini Membunuhku

Josef Nae Soi mengapresiasi kepedulian Rian terhadap korban bencana alam di NTT.

Adapun, Rian datang ke NTT bersama Jawa Nur Alam, anak asuhnya yang selama ini dia biayai dan bina karier bermusiknya melalui Yayasan Jangan Menyerah Indonesia.

Kepada Jawa, Rian ingin menunjukan betapa kita yang berlebih harus paling pertama peduli terhadap sesama.

Sumber Berita