Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-111 atau periode ke dua tahun 2021 sudah mulai dipersiapkan dan segera dilaksanakan.

TMMD ke-111 bakal dibuka secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 15 Juni 2021 dan ditutup pada tanggal 14 Juli 2021.

Para Dandim/Dansatgas TMMD Kodam IX/Udayana menyampaikan paparan rencana kegiatan TMMD ke-111 di masing-masing wilayah diantaranya Kodim 1604/Kupang, Kodim 1627/Rote Ndao, Kodim 1620/Loteng dan Kodim 1623/Karangasem.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., selaku Pengendali Kegiatan Operasional (PKO) TMMD menerima paparan para Dansatgas TMMD melalui Vidcon terkait perencanaan sasaran, di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Kamis 6 Mei 2021.

Hal itu guna meyakinkan pelaksanaan program TMMD ke-111 di wilayah Kodam IX/Udayana dapat terencana dan berjalan dengan baik.

Bupati Jembrana Sebut TTMD Mampu Efisienkan Anggaran Pembangunan Infrastruktur di Daerah

Pangdam IX/Udayana menyampaikan, bahwa kegiatan TMMD ini dalam pelaksanaannya merupakan dukungan alokasi dana dari Pemerintah Daerah. 

Para Dandim selaku Dansatgas TMMD diharapkan dapat membuktikan kepada Pemda, bahwa bisa mengerjakannya dengan lebih murah anggarannya dan hasilnya dapat lebih bagus.

“Untuk itu, Para Dandim yang melaksanakan TMMD ke-111 ini agar melakukan kegiatannya dengan terbaik dan diharapkan juga bisa untuk mempresentasikan dengan baik, bahwa kita bisa lebih baik dan lebih bagus dengan harga murah serta efektif bersama masyarakat dan bahkan bisa padat karya. Sehingga hasilnya sangat bermanfaat bagi masyarakat secara umum,” jelas Pangdam.

Selain itu, para Dandim dengan anggaran yang ada bisa membuat kegiatan secara lebih besar atau ditambahkan kegiatannya. 

“Tunjukkan kepada Pemerintah Daerah bahwa bisa lebih baik dan bisa ikut membangun kabupaten di wilayah tugasnya,” tutur Pangdam.

Pangdam mengatakan, untuk dijadikan perhatian bahwa poin-poin dari TMMD adalah kebersamaan anggota TNI dengan masyarakat supaya tidak sampai menjadi permasalahan kedepannya. 

Oleh karena itu perlu diatur sedemikian rupa menilik kondisi Covid-19 dan harus bisa memberi contoh untuk merealisasikan pekerjaan di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini.

Dari hasil paparan para Dansatgas, Pangdam menekankan agar diyakinkan dan dikoordinasikan terkait saat upacara pembukaan TMMD dalam hal pengerahan personel di tengah situasi pandemi Covid-19 termasuk juga dari segi kualitas kerja harus benar-benar sesuai yang direncanakan, sehingga hasil yang didapat sesuai harapan.

”Dandim-dandim yang melaksanakan kegiatan TMMD agar dikoordinasikan dengan Asops Kasdam IX/Udayana atau Kesdam IX/Udayana atau yang sudah ada didaerahnya supaya ada alat Rapid Antigen yang distandbykan,” tutup Pangdam.



Sumber Berita