Jakarta: Sekolah dan pemerintah daerah (pemda) dinilai perlu bersinergi untuk kemajuan dunia pendidikan di Tanah Air. Terutama, pendidikan di wilayah prasejahtera serta terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
 
Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR), Herawati Prasetyo, mengatakan pihaknya sudah melakukan sinergisitas komunikasi dengan pemda di wilayah sekolah binaannya. Hal itu agar sekolah-sekolah binaannya dapat terpublikasi.
 
“Hal ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai pihak turut serta berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia di wilayah prasejahtera,” ujar Herawati dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Herawati menjelaskan konsep sinergisitas yang dilakukan mencakup penyaluran informasi terkait seluruh aspek sekolah binaan kepada publik. Misalnya, informasi prestasi, program pembinaan dan pengimbasan, program komite sekolah, serta produk-produk unggulan yang dihasilan guru dan siswa binaan.
 
YPA-MDR telah membina 106 sekolah, 1.509 guru, dan 23.819 siswa yang tersebar di 13 kabupaten. Yakni, Lampung Selatan, Serang, Tangerang, Bogor, Majalengka, Gunung Kidul, Bantul, Pacitan, Kutai Barat, Kapuas, Barito Utara, Kupang, dan Rote Ndao.
 
Baca: Kemenag Bangun Program Penguatan Moderasi Beragama di Sekolah
 
Herawati mengatakan pihaknya juga konsisten memberikan program pembinaan empat pilar, yakni akademik, karakter, seni budaya, dan kecapakan hidup kepada sekolah-sekolah melalui kegiatan yang berdampak positif untuk melahirkan generasi unggul dan dapat membagun daerahnya.
 
Selain program pembinaan tersebut, guru-guru binaan juga secara aktif melakukan program pengimbasan kepada sekolah-sekolah lain.
 
(AZF)



Sumber Berita