Data hasil pemantauan BMKG terkait siklon tropis seroja. Foto: BMKG
Beberapa waktu lalu, sebuah pulau baru muncul di perairan Kabupaten Rote Ndao, NTT, akibat Siklon Seroja. Pulau itu berada di di antara Desa Holulai dan Desa Tasilo.

Pulau kecil di perairan Rote Ndao itu terlihat oleh warga pada Minggu, 5 April 2021. Warga telah mengukurnya dengan cara berjalan di atas gundukan tanah yang berupa pasir dan batu. Panjangnya sekitar 150 langkah.

Namun, alasan kemunculan pulau kecil yang diakibatkan langsung dari Siklon Seroja, masih dalam penelitian.Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi, mengatakan bahwa kemungkinan pulau yang muncul itu akibat air laut yang surut.

Oleh karena itu, harus dilakukan pengujian terkait kemunculan pulau kecil itu.

Sebenarnya selain NTT, ada pula beberapa pulau di dunia yang juga pernah mengalami fenomena langka ini. Berikut kumparan rangkum pulau-pulau di berbagai negara yang muncul kembali setelah hilang ditelan Bumi.
Pulau Hunga Tonga di Kerajaan Tonga, Oseania Foto: Wikimedia Commons

Pada akhir 2014, satelit NASA melihat sebuah pulau baru yang muncul di Pasifik Selatan. Pulau yang dilahirkan oleh letusan gunung bawah laut itu berada di antara dua pulau tua di Kerajaan Tonga, Oseania.

Oleh penduduk setempat, pulau baru ini disebut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai. Ilmuwan NASA menyatakan pulau berusia enam tahun itu merupakan pulau pertama di Bumi, sejak adanya satelit dan radar yang mampu menghasilkan gambar resolusi tinggi.

Material yang ditemukan di pulau tersebut berupa lumpur yang lengket. Material hasil erupsi yang sudah berinteraksi dengan air tentu akan berkurang kepadatannya, apalagi tingkat abrasi yang tinggi juga dapat memicu hilangnya pulau muda tersebut.

Menurut jurnal Monitoring and Modelling the Rapid Evolution of Earth’s Newest Volcanic Island: Hunga Tonga Hunga Ha’apai (Tonga) Using High Resolution Satellite Observations, hasil erupsi Surtseyan yang membentuk daratan diprediksi hanya mampu bertahan beberapa bulan. Namun, kenyataannya, Pulau Hunga Tonga masih ada sampai saat ini.

2. Pulau Sholan dan Jadid, Laut Merah

Pulau baru yang bernama Sholan dan Jadid lahir di Laut Merah, Arab Saudi. Pulau Sholan terbentuk di 2011 sementara sang adik, Pulau Jadid, terbentuk di 2013.

Menurut sebuah laporan Scientific American, Laut Merah adalah sarang aktivitas seismik dan vulkanik yang dibentuk oleh retakan besar di kerak Bumi, di mana dua lempeng tektonik terpisah hampir setengah inci dalam setahun.

Pada 2013, pulau lain bernama Jadid muncul di dekatnya setelah letusan 54 hari. Namun, pulau-pulau itu mulai menyusut karena erosi dari gelombang.

Pulau Nishinoshima, Pulau baru di Jepang Foto: Wikimedia Commons

Pulau Nishinoshima yang berada di Selatan Tokyo, Jepang dilahirkan oleh aktivitas vulkanik gunung berapi bawah laut samudera Pasifik. Pulau itu terbentuk dari material vulkanik yang terus keluar sehingga terjadi timbunan pasir dan bebatuan.

Para ahli vulkanologi Jepang, mengeklaim suhu bebatuan itu berkisar hingga 1000 derajat celsius. Pulau itu ditemukan oleh pesawat Penjaga Pantai Jepang pada November 2013.

Pulau yang awalnya bernama Niijima ini terletak sekitar 300 meter sebelah tenggara pulau Nishinoshima yang tak berpenghuni, yang berada di wilayah Ogasawara.

Pulau yang tergabung terus tumbuh saat lava mengalir ke segala arah. Pada Maret 2014, pulau itu sudah tiga kali lipat dari ukuran sebelumnya dan masih meluas pada Oktober 2015.

Sumber Berita