RADARNTT, Ba’a – Seorang pengusaha di Kabupaten Rote Ndao berinisial MS diduga sudah belasanTahun mengunakan air bersih dari sumber air secara ilegal karena tanpa ijin usaha untuk pemenuhan kebutuhan perusahaan

Hal tersebut diketahui ketika awak media mendapatkan informasi Masyarakat dan mencoba menelusuri ke tempat yang selama ini menjadi sumber air yang diambil oleh MS secara ilegal sabtu,(12/12/2020).

Sesui penelusuran awak media, tempat tersebut berlokasi di Dusun Menggelama, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain dengan luas sumber air lebih kurang 10 meter persegi, anehnya lokasi tersebut ditutupi rapat dengan daun kelapa serta ranting-ranting pohon.

Tak jauh dari sumber air tersebut terdapat bak berukuran 1×2 meter yang dilewati pipa induk, diduga pipa instalasi menuju rumah pribadi dan Hotel tempat usaha MS yang jaraknya kurang lebih 500 meter .

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rote Ndao Didik P.B Mesakh,ST ketika dikonfirmasi sabtu,(12/12/2020 ),pukul 10:18 wita terkait hal ini, mengatakan, dirinya pernah memanggil MS untuk dimintai klarifikasinya namun yang bersangkutan belum membuktikan bahwa dirinya mempunyai ijin.

Dirinya mengaku kalau hal ini diluar bertanggungjawab sebagai Dirut PDAM apabila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan seperti terjadi pencemaran air dan lain-lain.

“Kemarin itu saya sempat panggil yang bersangkutan karena yang bersangkutan juga pakai air dari PDAM, namun sudah 8 bulan berjalan yang bersangkutan hanya bayar biaya beban 53 ribu rupiah tiap bulan, sedangkan ini kan niaga. Pelanggan rumah tangga biasa saja standar pembayaran itu 1 bulan bisa mecapai 70 ribu rupiah, lalu standar air yang dipakai oleh hotelnya seperti apa,” tegas Mesakh bernada tanya.

untuk diketahui, sesui undang-undang Republik Indonesia nomor 17 Tahun 2019 Pasal 7 berbunyi, yang dimaksut dengan “tidak dapat dimiliki dan/atau dikuasai” adalah perseorangan, kelompok Masyarakat, atau badan usaha hanya mendapatkan akses atau kesempatan untuk menggunakan sumberdaya air yang diberikan oleh pemerintah .” Termasuk yang tidak dapat dimiliki dan/ atau dikuasai” adalah sumber air yang berada didalam tanah pekarangan milik pribadi atau badan usaha. Namun, pemilik tanah tetap dapat menggunakan air dari sumber air yang ada di pekarangannya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Pemilik tanah yang akan menggunakan air dari sumber air yang ada di pekarangannya untuk keperluan usaha dilakukan berdasarkan ijin.

Hingga berita ini diturunkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi MS pengusaha kawakan yang sudah cukup melalang buana di Kabupaten Rote Ndao ini, dihubungi melalui telepon selularnya terdengar masuk namun yang bersangkutan tidak merespon panggilan.(TA/RN).



Sumber Berita