Siap Hadapi Bencana, NTT Target 20 Ribu Relawan  Tangguh Bencana

POS-KUPANG.COM | KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi telah memfasilitasi pembentukan desa tangguh bencana. Sebanyak 200 desa yang tersebar di wilayah Provinsi NTT ditetapkan sebagai desa tangguh bencana. 

Di setiap Desa Tangguh Bencana, pemerintah membentuk tim relawan tangguh bencana yang terdiri dari anggota karang taruna, pegiat LSM, pengusaha, tokoh masyarakat serta tokoh agama. Masing masing desa tangguh bencana memiliki minimal 10 orang relawan tangguh bencana. 

Kepala BPBD Provinsi NTT, Thomas Bangke mengatakan, pembentukan desa tangguh bencana dengan relawannya diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi bencana.

Kepala BPBD NTT, Thomas Bangke
Kepala BPBD NTT, Thomas Bangke (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

“Kita berharap relawan tangguh bencana akan menjadi garda terdepan bila terjadi bencana untuk melakukan evakuasi, pengaturan pengungsi, mendirikan tenda hingga melaksanakan dapur umum bekerjasama dengan kementerian sosial,” ungkap Thomas kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (30/1). 

Pemerintah, kata Thomas, menargetkan pada 2025, Provinsi NTT akan memiliki 20.000 relawan tangguh bencana yang tersebar di seluruh wilayah NTT.

Saat ini, pemerintah provinsi telah menetapkan status siaga Bencana Hidrometeorologi di wilayah Provinsi NTT. Status Siaga Bencana tersebut ditetapkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melalui surat keputusan tentang status dan Penanganan Siaga Bencana Hidrometeorologi di Provinsi NTT. 

Berdasarkan peta resiko bencana BPBD NTT,  khusus ancaman bencana hidrometeorologi yang disebabkan curah hujan yang tinggi seperti banjir dan longsor berpotensi terjadi seluruh daratan Flores dan Lembata, di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, TTS, Malaka dan Belu untuk Pulau Timor serta  wilayah Sumba Timur dan sebagian kecil Sumba Barat di Pulau Sumba.

Sementara itu, untuk potensi angin puting beliung berpotensi terjadi di TTU, Sabu Raijua, Rote Ndao dan Alor.

Baca juga: Pastikan Ketersediaan Oksigen, Wagub Josef Adrianus Nae Soi Pantau Tiga Rumah Sakit di Kota Kupang

Baca juga: Jalan Menuju ke TPK Covid di Napun Langir Kabupaten Sikka Sunggguh Memprihatinkan, Ini Kondisinya

Baca juga: GUS MUS Ungkap Kisah Tentang Gus Dur Saat Kuliah di Kampus Al Azhar: Mau Kuliah Atau Habisin Umur?

“Untuk itu diharapkan para bupati bersama komponen pentahelix agar  selalu siaga mengaktifkan posko 24 jam untuk memperoleh informasi bencana karena dibutuhkan akselerasi percepatan evakuasi dan percepatan distribusi logistik,” pungkas Thomas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong) 



Sumber Berita