Solusi Tepat Penanganan Covid-19 Pasca Badai Seroja di NTT

Oleh: Deslyn Djara Liwe, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana Kupang

POS-KUPANG.COM – Badai Siklon Tropis Seroja menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagian wilayah NTT terdampak bencana longsor, banjir bandang dan rob (banjir air laut). Kondisi terparah terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Pulau Adonara (Kabupaten Flores Timur) dan Kabupaten Lembata.

Selain merenggut nyawa manusia, banyak warga kehilangan tempat tinggal, harta benda dan ternak. Fasilitas publik termasuk kantor-kantor pemerintahan, infrastruktur jalan dan jembatan rusak.

Begitu juga jaringan telekomunkasi dan listrik. Peristiwa ini terjadi selama 4-5 April 2021. Sebelumnya, pada 3 April 2021, Badai Seroja mulai terbentuk di selatan NTT.

Baca juga: Pasca Badai Seroja di NTT, Beban Ganda Menerpa Mahasiswa, Begini Pandangan Angelina Merici Jeniut

Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat terus berupaya melakukan penanganan pasca badai Seroja. Di tengah penanganan dampak badai Seroja, banyak masyarakat yang lupa bahwa selain ditimpa bencana Siklon Tropis Seroja kita masih belum terlepas dari bencana pandemi Covid-19.

Penanganan dampak badai seroja secara fisik persoalan sudah jelas, tetapi masalah pandemi Covid-19 menginfeksi tanpa dilihat oleh mata. 

Dikutip dari data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT pada 3 April 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat 12.633 orang, dengan meninggal dunia sebanyak 355 orang. 

Sebulan pasca badai Seroja, total kasus positif di NTT per 30 April 2021 tercatat 14.195 orang atau naik menjadi 1.562 orang. Pasien Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 387 orang. 

Hal ini membuktikan bahwa banyak masyarakat yang lupa jika virus Corona masih ada di sekitar kita.



Sumber Berita