ROTE NDAO, SUARADEWAN.com — Perbuatan ET di Rote Ndao yang melakukan Pelecehan terhadap Bunga (16 tahun)(bukan nama sebenarnya) siswi SMA di Kabupaten Rote Ndao harus berakhir damai dengan membayar sejumlah denda.

ET di ketahui melakukan pelecehan terhadap bunga dengan meremas payudara Bunga. Perbuatan tidak terpuji tersebut termasuk dalam kategori kejahatan luar biasa seperti yang diatur dalam UU. Nomor 35 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

banner 1285x856

Perbuatan tidak terpuji ini menjadi perhatian dari Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak dalam siaran tertulisnya.

“Mengingat ancaman pidana terhadap pelaku minimal 10 tahun pidana penjara dan maksimal 20 tahun dan bahkan dapat diancam hukuman seumur hidup, Komnas Perlindungan Anak meminta Polres Rote Ndao untuk segera menangkap dan menahan pelaku pelcehan tersebut,” tulis Aris Sirait (7/5).

Disamping itu, Arist juga meminta kepada Jaksa Penuntut umum untuk mendakwa dan menuntut pelaku dengan ketentuan kejahatan luar biasa, dan meminta Dinas Sosial bersama Dinas PPPA Kabupaten Rote Ndao memberikan layanan psikososial terapy terhadap korban, desak Arist.

“Tidak ada toleransi dan damai atas nama adat, kejahatan yang dilakukan ET adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime),” tegas Arist.

Sementara itu secara terpisah, Soleman Saudale orang tua korban saat dihubungi wartawan jumat (7/5/2021) siang mengaku adanya kasus pelecehan seksual.

“Tapi pelaku bersama dengan keluarga sudah datang minta maaf, sehingga selesai,” kata Soleman.

Ketika dikonfirmasi terkait adanya informasi pelaku membayar denda adat mencapai Rp. 25 juta Soleman berdiplomasi bahwa masalah sudah selesai sejak senin minggu lalu.

Sementara pihak Polsek Rote selatan dihubungi media ini mengaku kasus dugaan pelecehan itu diketahui, tapi tidak dilaporkan, namun ada informasi denda adat Rp. 25 juta dari pelaku ke keluarga korban. (Dance Henukh)




995



Sumber Berita