php shell hacklink php shell seobizde.com hacklink izmir escort sultangazi escort alanya escort gabile medyum

Tiga Fakta Unik Pulau Rote – Info Rote-Ndao


(Beritadaerah – Wisata Nusantara) Pernahkan Anda berkunjung ke Pulau Rote? Pulau Rote ini disebutkan sebagai satu pulau terluar tepatnya pulau paling selatan di wilayah teritorial negara Indonesia. Menjadi bagian dari wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mungkin ada yang baru pernah mendengar bahwa pulau Rote juga dikenal dengan sebutan pulau Lontar.

Sebutan itu diberikan karena di pulau Rote ini banyak sekali ditemui pohon lontar. Dari banyaknya pohon lontar yang tumbuh di sana, masyarakat pulau Rote memanfaatkannya dan berkreativitas untuk menghasilkan satu kerajinan tangan yang menjadi ciri khas pulau Rote.

Berikut ini beberapa keunikan yang sudah dikenal dan menjadi kebanggaan dari masyarakat di pulau Rote :

1. Alat musik Sasando

(Photo: Beritadaerah)

Alat musik Sasando yang khas ini sudah cukup terkenal di Indonesia sendiri maupun di mancanegara. Sasando dibuat menggunakan daun lontar yang mengelilingi bambu dan berfungsi sebagai penahan resonansi dan bantalan kayu untuk menahan senar. Saat ini Sasando sudah dikembangkan dengan menggunakan listrik, sehingga meskipun alat musik ini masuk dalam kategori alat musik tradisional namun dinilai tetap dapat mengikuti perkembangan jaman yang semakin modern.

Alat musik ini dimainkan dengan dipetik menggunakan kedua tangan untuk memetik dawainya dan menghasilkan alunan suara yang indah. Untuk jumlah dawai atau senar yang ada pada Sasando berbeda-beda, ada yang berjumlah 28 senar dan juga ada yang berjumlah 58 senar.

2. Topi Ti’i Langga

(Photo: Beritadaerah)

Jika melihat ke-khasan topi ini, orang yang pernah berkunjung ke pulau Rote, dapat mudah menebak topi itu disebut dengan topi Ti’i Langga. Topi khas orang Rote yang terbuat dari daun lontar yang masih muda ini merupakan topi bertepi lebar yang memiliki cula/jambul atau sering disebut juga antena karena memiliki tinggi sekitar 40 – 60 cm. Makna dari antena itu sendiri yang mengarah ke atas melambangkan pengagungan manusia kepada Tuhan.

3. Tenun Ikat Rote

(Photo: Beritadaerah)

Dari cerita masyarakat pulau Rote, kerajinan tangan kain tenun ikat Rote Ndao ini sudah dilakukan oleh nenek moyang mereka sejak ratusan tahun silam. Sebelum mereka mengenal kapas, kain tenun dibuat dari bahan serat gewang. Tenunan yang dihasilkan dapat berupa sarung yang disebut juga Lambi Tei dan selimut yang disebut Lafe Tei. Sarung dan selimut ini sering digunakan masyarakat di sana sebagai pakaian sehari-hari maupun pakaian pesta.

Tahukah Anda bahwa di pulau Rote, kedewasaan seorang wanita tidak hanya diukur dari usia semata-mata, tetapi keahlian dalam menenun ini ternyata menjadi salah satu ukuran seorang wanita di pulau Rote apakah sudah dianggap dewasa dan sudah pantas untuk menikah dan berumah tangga.

Jelaslah mengapa menenun menjadi salah satu keahlian yang wajib dimiliki dan dikuasai oleh seorang wanita di sana untuk dapat mengikat motif, mencelup dan tentunya juga dapat menenun. Keahlian tenun menenun ini merupakan warisan nenek moyang mereka yang sudah berlangsung turun temurun dan terus dilestarikan serta menjadi salah satu ciri khas dari masyarakat pulau Rote.

Masih banyak lagi kekayaan budaya anak bangsa ini yang bisa dieksplor dan lebih lagi diperkenalkan ke seluruh negeri dan mancanegara. Sungguh bangganya menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki begitu banyak kekayaan hasil budaya suku bangsa Indonesia yang sangat beraneka ragam.

Susan Kevin/Journalist/BD
Editor: Endah Caratri



Sumber Berita